Terkait Isu Presiden 3 Periode, Mahfud MD Blak-Blakan di Panggil Presiden Jokowi -->

Breaking news

Live

Baca Kami di Helo

Terkait Isu Presiden 3 Periode, Mahfud MD Blak-Blakan di Panggil Presiden Jokowi

Friday, 22 April 2022

dok. istimewa/ Mahfud kemudian menyebut bahwa perkataan Jokowi bisa ditafsirkan macam-macam oleh masyarakat, (22/4/2022).


Jakarta - Menko Polhukam Mahfud Md bercerita saat dirinya dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Bogor. Kala itu, Jokowi bertanya ke Mahfud mengapa isu perpanjangan masa jabatan Presiden selalu ramai disorot masyarakat.


"Pada hari Selasa, sebelum demo (mahasiswa) itu, Presiden memanggil saya ke Istana Bogor. (Presiden) tanya banyak hal, masalah BLBI, masalah macam-macam. Terakhir nih, (Presiden tanya) 'Pak Mahfud, itu tentang isu 3 periode sama perpanjangan jabatan kenapa ramai terus?'" ujar Mahfud dalam acara Adu Perspektif yang disiarkan oleh detikcom berkolaborasi dengan Total Politik, Rabu (20/4/2022).


"'Iya Pak, katanya Bapak (Jokowi) mau perpanjang (jabatan)?'" kata Mahfud menirukan suaranya saat menjawab pertanyaan Presiden Jokowi.


"'Saya mau ngomong apa lagi? Apa kurang jelas saya ngomong bahwa saya tidak (tidak setuju perpanjangan jabatan). Tanggal sekian saya ngomong, tanggal sekian saya manggil KPU pun untuk menunjukkan bahwa saya mau pemilu tahun 2024,'" jelas Mahfud menirukan suara Jokowi.


Mahfud kemudian menyebut bahwa perkataan Jokowi bisa ditafsirkan macam-macam oleh masyarakat. Menurut Mahfud, setelah pertemuan itu, Presiden Jokowi menegur menteri-menteri agar tidak bicara penundaan pemilu.


Video arahan Jokowi itu pun diunggah di YouTube. Seketika, jelas Mahfud, tidak ada lagi menteri yang berbicara penundaan pemilu hingga perpanjangan jabatan presiden.


"Kabinet yang sudah tidak ada yang ngomong kayak begitu lagi. Pak Luhut (Menko Kemaritiman dan Investasi) sudah tidak, Pak Bahlil (Menteri Investasi) juga tidak, Pak Airlangga (Menko Perekonomian) juga tidak. Presiden umumkan di depan mereka, 'ya sudah jangan ngomong itu lagi'," tutur Mahfud. (dw/*)