Perusahaan Bir jadi sponsor Formula E, Denny Siregar sebut kalo Ahok, bisa demo berjilid-jilid -->

Breaking news

Live

Baca Kami di Helo

Perusahaan Bir jadi sponsor Formula E, Denny Siregar sebut kalo Ahok, bisa demo berjilid-jilid

Friday, 27 May 2022

dok. istimewa/ Masuknya Heineken menjadi sponsor Formula E menjadi sorotan publik Tanah Air, (27/5).


Jakarta - Perusahaan produsen minuman keras (miras) Heineken ikut menjadi sponsor Formula E. Perusahaan pembuat bir itu menjadi salah satu dari belasan sponsor yang sudah masuk sekarang ini. Ketua Panitia Penyelenggara Formula E Jakarta Ahmad Sahroni membenarkan hal itu. 


Kendati begitu Politisi NasDem berjuluk sultan Tanjung Priok itu menyatakan, masuknya Heineken menjadi sponsor Formula E bukan diinisiasi panitia penyelenggara di Jakarta. Kata dia itu  diurus langsung oleh pihak Formula E Operation (FEO) di tingkat dunia.


"Bener itu sponsor global FEO," kata Sahroni kepada wartawan, Rabu (25/5/2022).


Sementara untuk beberapa sponsor yang berasal dari dalam negeri, Sahroni mengatakan akan disampaikan oleh panitia yang ada di Jakarta. Ia berharap semuanya bisa disampaikan hari ini.


"Sponsor dalam negeri nanti kita info yah, semoga today kita rillis," ujarnya.


Masuknya Heineken menjadi sponsor Formula E menjadi sorotan publik Tanah Air, pasalnya beberapa waktu lalu Gubernur Anies Baswedan ngotot menjual saham milik Pemda DKI di perusahaan produsen bir PT Delta.


Salah satu orang yang ikut menyoroti soal sponsor minuman beralkohol itu datang dari pegiat media sosial Denny Siregar. Ia mengatakan keberadaan sponsor tersebut bisa mengundang demo berlarut-larut apabila Gubernurnya masih Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.


"Ada merk bir sebagai sponsor Formula E. Untung Kepala daerahnya Anies Gubernur soleh yang bisa menurunkan hujan hanya disaat libur. Coba kalo Ahok, bisa demo berjilid-jilid," kata Denny, dikutip dari twitter pribadinya, Rabu (25/5/2022).


Apa yang menjadi perhatian Denny Siregar tersebut kemudian direspon oleh Sahroni. Ia mengatakan semestinya hal tersebut tidak dipermasalahkan karena panitia Formula E di Jakarta tidak memiliki wewenang untuk mencampuri hal tersebut.


"Hahahahah bukan urusan dalam negeri, masa urusan mereka kita ikut campur," ungkap Sahroni. (dw/*)