Prabowo Subianto disebut kian mesra? mungkinkah ini pertanda,.. -->

Breaking news

Live

Baca Kami di Helo

Prabowo Subianto disebut kian mesra? mungkinkah ini pertanda,..

Wednesday, 3 August 2022

dok. istimewa/ Jokowi dan Prabowo sudah beberapa kali tampak mesra. Terbaru ada di acara Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka, (3/8).


Jakarta - Hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto tampak kian mesra. Mungkinkah Jokowi akan menggeser dukungannya untuk Ketum Partai Gerindra tersebut?


Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno membaca kemesraan Jokowi dengan Prabowo ini sebagai hal yang wajar antara Presiden dan Menteri. Dia yakin Jokowi takkan berbeda pilihan politik dengan PDIP.


"Itu sebenarnya sudah sewajarnya kalau Presiden akrab dengan menteri. Kalau soal preferensi politik, Pak Jokowi saya kira tidak akan berbeda dengan pilihan PDIP. Nggak mungkin," kata Adi Prayitno, Selasa (2/8/2022).


Adi melihat kemesraan ini juga bisa mengarah kepada hubungan koalisi. Namun menurutnya akan selalu ada peran PDIP dalam hubungan tersebut.


"Mungkin bisa berkoalisi, tetapi tetap karena PDIP," ungkapnya.


Adi mengatakan keyakinannya ini bukan tanpa dasar. Dia yakin Jokowi takkan berbeda pilihan dengan PDIP setelah melihat 'kegaduhan' saat Jokowi dikesankan mengendorse Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.


"Kalau untuk saat ini (dukungan Jokowi) tidak mungkin ditunjukkan secara vulgar untuk menjaga kondisi saat ini. Untuk menjaga suasana politik. Jangankan untuk mendukung Prabowo, ketika Jokowi datang ke acara Projo yang terkesan meng-endorse Ganjar kan jadi rame. Terjadilah hubungan yang sedikit renggang antara Teuku Umar dan Istana," tuturnya.


"Apalagi mendukung ketum partai lain. Itu pasti menimbulkan gejolak," lanjutnya.


Jokowi-Prabowo Kian Mesra

Jokowi dan Prabowo sudah beberapa kali tampak mesra. Terbaru ada di acara Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka dipimpin Presiden Jokowi di halaman depan Istana Merdeka, Senin (1/8). Ini adalah rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia yang bertemakan 'Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat'.


Jokowi menyampaikan rasa syukur dapat memperingati 77 tahun Indonesia merdeka di tengah kondisi dunia yang masih tidak baik-baik saja karena pandemi COVID-19.


"Inilah yang sekarang ini menyebabkan 333 juta orang kelaparan dan mungkin 6 bulan lagi bisa 800 juta orang akan kelaparan dan kekurangan makan akut karena tidak ada yang dimakan," ujar Jokowi.


Menhan Prabowo Subianto mendampingi Jokowi dalam kegiatan tersebut. Dalam foto-foto yang dibagikan tim media Prabowo Subianto, tampak Ketua Umum Partai Gerindra itu mengobrol akrab dengan Presiden Jokowi. Terlihat juga Wapres Ma'ruf Amin dan sejumlah ulama dalam foto tersebut.


Momen ini menambah panjang daftar keakraban Jokowi dan Prabowo. Sebelum acara zikir kebangsaan, Jokowi dan Prabowo akrab di momen Idul Adha, Minggu (10/7). Di Istiqlal, Jokowi mengisi saf terdepan. Iriana Jokowi pun mengisi saf perempuan paling depan.


Jokowi diapit oleh Prabowo Subianto dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Terlihat juga di lokasi sejumlah jajaran menteri. Mereka berada sejajar di saf terdepan.


Saat HUT Bhayangkara pada 5 Juli lalu, Jokowi dan Prabowo juga akrab. Jokowi sempat menyapa Prabowo sebelum upacara peringatan dinyatakan usai. Prabowo yang juga warga kehormatan Brimob Polri langsung memberikan salam hormat kepada Jokowi sembari menunggu sang kepala negara menghampirinya.


Jokowi dan Prabowo juga tercatat akrab saat berada di UEA. Prabowo, yang tiba terlebih dahulu, menyambut kedatangan Jokowi di Bandara Internasional Abu Dhabi.


Tanggapan Seknas Jokowi

Relawan Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi menilai Jokowi harus akrab dengan para calon suksesornya.


"Presiden Jokowi tentu harus dekat dengan suksesornya ke depan, mau dengan Pak Ganjar, dengan Pak Prabowo, ataupun dengan Pak Anies," kata Ketua Relawan Seknas Jokowi Andi Gani Nena Wea saat dihubungi, Selasa (2/8).


Andi menilai kedekatan dengan tiga calon suksesornya tersebut sudah dibuktikan Jokowi. Salah satunya yang paling mencolok, menurut dia, adalah saat Jokowi datang ke perhelatan Formula E di Ancol.


"Hal yang wajar menurut saya sebagai orang dekat presiden mulai dari Solo, saya lihat gesturnya harusnya seperti itu. Jadi tidak menciptakan ruang kosong dengan calon pengganti yang lain, misalnya jangan juga dekat dengan si A dan si B diartikan yang lain," ucapnya. (dw/*)