Lesti Kejora sudah libatkan Polisi disebut Settingan -->

Breaking news

Live

Baca Kami di Helo

Lesti Kejora sudah libatkan Polisi disebut Settingan

Saturday, 1 October 2022

dok. istimewa/ Ada sebagian netizen yang menganggap peristiwa dugaan KDRT Rizky Billar pada Lesti Kejora itu adalah settingan, (1/10).


Jakarta-- Polisi melanjutkan laporan kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilaporkan Lesti Kejora terhadap suaminya, Rizky Billar. Polisi menegaskan bahwa kasus ini bukan gimik dunia hiburan. Netizen pun murka ketika ada netizen lain yang menganggapnya cuma settingan.


"Nggak ada, massa setting-an. Itu kekerasan nyata," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/9/2022).


Nah, masih ada sebagian netizen yang menganggap peristiwa dugaan KDRT Rizky Billar pada Lesti Kejora itu adalah settingan. Hal itu memicu netizen lain untuk angkat suara di Twitter.


"Udah libatin polisi masih dibilang settingan, settingan tuh drama² distory, ke podcast ngomong ini itu. Lagian nama lesti kejora ga pernah tenggelem, gak butuh settingan separah ini," tulis seorang netizen.


"Please, kalian gak usah ngejokes "apa tanggapan Lesti" ini tuh bukan settingan or gimmick ya. this is real," cetus yang lain.


"Kalo ada yang bilang KDRT Lesti settingan tololnya minta ampun. Laporan udh masuk ke polisi, kalo buat laporan palsu ya kena pidana juga lah," sergah netizen beriktunya.


"Orang jaman sekarang pada ga punya hati banget ya. Demi apapun gue bukan fans lesti tapi tetep kasian banget sama dia karena dia jadi korban kdrt, bisa bisanya masih ada yg bilang ini settingan," demikian postingan lain di linimasa.


Polisi juga menyebut ada unsur kekerasan dalam kasus ini. Hal itu ditemukan setelah pemeriksaan dua orang saksi di lokasi.


"Kita sudah lakukan pemeriksaan di mana ditemukan bahwa adanya unsur kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan terlapor," jelas Zulpan.


"Saksi ada dua Novita Sari selaku ART dan Firda Novita Rita dia karyawan Leslar Entertainment. Dia menerangkan dan menyaksikan kejadian kekerasan," ucap Zulpan. (dw/*)