SPBU Kasbah di malam hari Tertangkap Tangan jual Pertalite Bersubsidi diduga gunakan jerigen -->

Breaking news

Live

Baca Kami di Helo

SPBU Kasbah di malam hari Tertangkap Tangan jual Pertalite Bersubsidi diduga gunakan jerigen

Tuesday, 4 October 2022

dok. istimewa/ Para pembeli pertalite pengguna jerigen di SPBU berani membayar fee , (4/10).


Probolinggo - Ditengah melonjaknya kenaikan harga BBM Masyarakat mengejar pertalite sebagai BBM alternatif dibanding pertamax yang harganya mahal dan sulit terjangkau daya belinya. 


Namun ditengah persediaan BBM pertalite tersedia di SPBU kosong banyak warga yang kecewa dengan kosongnya kesediaan pertalite dan bila sudah demikian warga dipaksa membeli pertamax. 


Kosongnya pertalite di SPBU bukan SPBU kekurangan stock pertalite tetapi semua itu adalah akibat ulah SPBU melalui oprator yang pertalitenya dijual kepada pembeli yang membeli menggunakan juragan untuk dijual eceran. 


Para pembeli pertalite pengguna jerigen di SPBU berani membayar fee sebesar lima ribu sampai sepuluh ribu setiap Curigen kepada operator, dan praktek seperti ini hampir terjadi disetiap SPBU di wilayah kota dan Kabupaten Probolinggo, SPBU yang tertangkap tangan adalah SPBU Mayangan dan SPBU Kasbah kota probolinggo dan praktek Elegal dan pelanggaran perdagangan BBM bersubsidi ini telah merugikan banyak masyarakat yang membutuhkan BBM pertalite. 



[Neman] pengawas PSBU Kasbah


Pertalite di SPBU menjadi kosong dan konsumen dipaksa membeli pertamax yang harganya lebih mahal. 


Seperti di SPBU Kasbah kota probolinggo pada malam hari tgl 2 Oktober 2022 team investigasi terdiri dari media dan LSM telah tangkap tangan operator SPBU Kasbah melayani penjualan pertalite dalam jumlah banyak diatas kendaraan Tosa yg ditutup terpal diduga kuat penjualan pertalite.


Hal tersebut diakui oleh operator bahwa dia melayani penjualan pertalite dibak kendaraan roda tiga Jenis Tosa dan petugas operator dengan sigap mempersilahkan kendaraan Tosa pergi meninggalkan SPBU. karena ada wartawan dan LSM memantaunya. 


Sementara pengawas SPBU Kasbah sdr Neman menyampaikan bahasanya SPBUnya melarang operatornya menjual pertalite dijual eceran melalui Jerigen dan peraturan itu jelas dan tegas dan bila ada yg melanggar pasti ada sangsi nya ujarnya , tetapi ketika wartawan menunjukkan hasil rekam vidio atas penjualan pertalite diatas Tosa Newan Diam seribu bahasa dan Newan bercerita bila SPBU Kasbah adalah sebagian saham kepemilikannya adalah orang pertamina dan kecil kemungkinan SPBU Kasbah mendapat sangsi dari pertamina bila melakukan pelanggaran ujarnya.


Sementara itu ketua F-Wamipro yang ikut Tangkap tangan penjualan pertalite di atas Tosa akan memunitor dan akan bersurat ke Dipo Pertamina atas pelanggaran penjualan pertalite bersubsidi ini dan pihaknya tidak peduli sebagian saham dimiliki oknum pertamina dipastikan saya akan melakukan pelaporan ujarnya. 

Reporter : Nanang.