Yakin nih,...duet Anies Baswedan dan AHY disebut sudah final -->

Breaking news

Live

Baca Kami di Helo

Yakin nih,...duet Anies Baswedan dan AHY disebut sudah final

Wednesday, 26 October 2022

dok. istimewa [kolase]/ Hal ini menyusul Partai NasDem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera yang telah menyatakan siap berkoalisi (26/10).


Jakarta - Aktivis Faizal Assegaf yakin bahwa pengusungan duet Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah final.

Hal ini menyusul Partai NasDem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera yang telah menyatakan siap berkoalisi baru-baru ini.

Menurutnya ini merupakan tanda kuat bahwa ketiga partai tersebut sudah mengkonsolidasikan diri untuk Pilpres 2024.


“Duet Anies-AHY sudah final,” ujarnya dalam unggahannya, Rabu, (26/10/2022).


Menurutnya, Demokrat dan NasDem menyambut baik sikap Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang sempat digadang-gadang untuk mendampingi Anies. Begitu pun Deklarator PKS Hidayat Nur Wahid disebutnya legowo.


Hal itu kata dia menunjukkan para kader PKS yang semakin matang dalam konsolidasi politik jelang Pilpres.

“PKS soft landing, Demokrat & NasDem tampak happy menghadapi sikap legowo Aher & pak Hidayat Nur Wahid, keren. Menunjukan para tokoh PKS semakin matang dalam konsolidasi politik jelang Pilpres,” tuturnya.


Menurut Aktivis 98 ini, koalisi ketiga partai akan diapresiasi oleh masyarakat.


Menariknya kata dia, PKS, Demokrat dan NasDem semakin bersenyawa dengan kelompok progrsif perubahan.

Dia memperkirakan momentum deklarasi Anies-AHY pd 10 November bakal menyulut ledakan politik nasional.


Ihwal itu harus disiapkan secara matang agar jutaan pendukung dapat berkontribusi secara efektif.


Dia menyebut, semakin kuat arus pergerakan politik diciptakan, semakin mempermulus tujuan kemenangan.


Lebih jauh, pegiat media sosial ini mengatakan, jargon perubahan yang diusung Anies-AHY, harus dipetakan secara strategis untuk perluas solidaritas rakyat.


“Semua potensi yang tersedia direkatkan dengan mnghindari perilaku politik elitis dan kaku,” tandas mantan pengurus Presidium Alumni 212 ini. (dw/*)