Longsor Rusaknya Jalan Mengakibatkan Peningkatan Jalur Curah Kobokan -->

Breaking news

Live

Baca Kami di Helo

Longsor Rusaknya Jalan Mengakibatkan Peningkatan Jalur Curah Kobokan

KAPERWIL MEDIA INVESTIGASI JATIM
Friday, 4 November 2022

foto : Jalan Yang Rusak Dengan Jembatan Gladak Perak  Jum'at 04 /11/22 



Lumajang - Longsor di Biket Nol Kabupaten Lumajang Jawa Timur menyebabkan lumpuhnya transportasi dari Candipuro ke Pronojiwo atau dari Dampit Kabupaten Malang ke Kabupaten Jember sebaliknya, longsor berlokasi di Km 59 akibat tingginya curah hujan dalam beberapa minggu terakhir. (04/11)

Jalan penghubung yang bisa dilalui satu-satunya melalui aliran lahar Gunung Semeru di Curah Kobokan, namun pengguna jalan di himbau mentaati rekomendasi yang dilakukan petugas gabungan baik bergantian melintas maupun dilakukan penutupan bila kondisi aliran Curah Kobokan terjadi peningkatan volume.

Dan Tim Petugas Gabungan Peltu (Pur) Sugiono menyampaikan kepada media ini dengan adanya pengalihan jalur ke Curah Kobokan telah terjadi peningkatan volume kendaraan yang melintas di dua arahnya.

"Benar mas, adanya penutupan jalur di Biket Nol akibat longsor merusak jalan telah membuat kendaraan yang melintas melalui aliran lahar Gunung Semeru di Curah Kobokan meningkat kedua arahnya", ucap teman sepenugasan mantan Kepala BNPB Letjend. Doni Monardo. Jum'at (04/11/2022).

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan Rehabilitasi Dan Rekomendasi BPBD Kabupaten Lumajang Joko Sambang menyampaikan bahwa tim asesmen telah di terjunkan dan melakukan penanganan darurat.

"Asesmen dari TRC BPBD telah di terjunkan sambil melakukan penanganan darurat'', cetus Joko Sambang kepada media ini saat melalui WhatsAppnya.

Mewaspadai ancaman bencana alam longsor maupun pohon tumbang di ruas jalan perbukitan maupun pegunungan, cuaca diharapkan menjadi salah satu patokan untuk kesiapsiagaan bencana di ruas jalan yang dilalui.

"Kita himbau agar masyarakat memperhatikan cuaca guna mewaspadai potensi ancaman di ruas jalan yang akan dilalui seperti perbukitan maupun pegunungan", pungkasnya (dsr)