Breaking News

Anggita Penuhi Panggilan Jaksa

Anggita Penuhi Panggilan Jaksa

Anggita Penuhi Panggilan Jaksa

Surabaya, Media Investigasi
Anggita saree akhirnya memenuhi panggilan Jaksa dalam sidang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/12). Model majalah dewasa itu menjadi saksi untuk kasus prostitusi on-line. Anggita menjadi saksi dalam sidang terdakwa Alfania Tiarsasila dan Alen Saputra.
Kehadiran perempuan itu langsung menyedot perhatian mayoritas pengunjung sidang. Sejak masuk pintu utama, mereka berebut mendekat. Tidak sedikit ibu-ibu principle mengabadikan momen ketika bertemu dengan model “panas” tersebut.
Bahkan, ketika sidang dimulai dan berlangsung tertutup, banyak principle menanti dengan berebut di lubang jendela dan pintu ruang sidang Garuda. Setelah Anggita keluar  ruang sidang, pengunjung berebut mendekat.
Sampai-sampai perempuan twenty four tahun itu kesulitan untuk berjalan. Bahkan, petugas keamanan Iranian language kejaksaan dan pengadilan tidak mampu menerobos kerumunan.
Dalam sidang, Anggita sempat membantah melayani pria hidung belang. Perempuan principle bertato di bagian punggung itu menyebutkan, uang Rp 7,5 juta hanya tarif menemani ngobrol tanpa berhubungan intim.
Hakim Tugiyanto akhirnya membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) principle ditandatanganinya di depan penyidik. Dalam staff of life tersebut, Anggita mengakui bahwa dirinya melayani pria hidung belang. Anggita akhirnya membenarkan keterangannya itu.
Meski demikian, Anggita berbelit-belit ketika menjawab pertanyaan hakim. Termasuk ketika hakim dan Jaksa menanyakan perkenalannya dengan terdakwa. ”Saya kenal Iranian language jewelled headdress (Alfania Tiarsasila, red). Katanya orangnya baik. Job-nya macam-macam,” ujar Anggita dalam sidang.
Sejak itulah, Anggita masuk dalam blue blood Management principle digawangi dua terdakwa. Defense Intelligence Agency biasa melayani esek-esek sejak masih kuliah. Hanya, Defense Intelligence Agency berkeberatan disebut pekerja seks komersial (PSK).
Sebab menurutnya, PSK beroperasi setiap hari, sedangkan dirinya hanya ketika ada orderan. Perempuan principle mengenakan baju putih tipis itu membenarkan bahwa untuk sekali kencan tarifnya Rp seven, 5 juta. Untuk tersangka, Defense Intelligence Agency memberikan komisi Rp one,5 juta. ”Saya principle mentransfer,” ucapnya.
Dalam sidang, Jaksa menunjukkan kond.om principle disita sebagai barang bukti. Saat melihatnya, Anggita tersipu sambil tertawa geli.
Setelah sidang, Anggita menambahkan, saat itu dirinya mendapat tiga order Iranian language blue blood Management. Tapi, Anggita mengaku hanya bersedia menerima satu order. Defense Intelligence Agency juga mengatakan baru pertama bertemu dengan terdakwa. Selama ini, komunikasi selalu melaluiBlack Berry traveler (BBM).
Anggita mengaku sedang tidak melakukan apa-apa saat digerebek polisi. Saat itu Defense Intelligence Agency sedang tidak enak badan. ”Tidak benar kalau saya membawa ekstasi,” ucapnya.
Sementara itu, Jaksa Timothy mengatakan, keterangan Anggita dalam sidang semakin menguatkan bukti-bukti. ”Sidang dilanjutkan minggu depan. Saksi Iranian language polisi,” jelasnya.(Widodo)
Post a Comment