Breaking News

Lam-Tim, Ada Pungutan 50 Ribuan Per-Mobil Di Penambangan Pasir Ilegal

Lam-Tim, Ada Pungutan 50 Ribuan Per-Mobil Di Penambangan Pasir Ilegal



Oleh : Indra
Lam-Tim (MI)- Meskipun beberapa waktu lalu Pemprov Lampung telah menutup semua ekploitasi penambangan pasir yang belum melengkapi izin usaha  penambangan pasir, hal tersebut sepertinya tidak  membuat jera para penambang  pasir ilegal untuk berhenti melakukan kegiatan ekploitasi penambangan.

Fakta dilapangan menunjukkan ekploitasi penambangan pasir yang ada  di desa tritunggal,  Kecamatan Waway Karya Lampung Timur masih bergeliat (31/1).

Hasil pantauan awak media dilapangan di desa Tritunggal banyak penambanganan pasir  yang diduga belum memiliki IUP (izin usaha pertambangan).

Data  dan keterangan yang berhasil dihimpun  awak media  dilapangan ada warga di desa ini  melakukan penambangan diatas tanah atau lahan  milik mereka sendiri dan  selama ini aman-aman saja tidak ada yang menggangu, meskipun  mereka belum memiliki IUP.

"Masyarakat melakukan penambangan diatas lahan milik mereka pribadi dan belum memiliki iup" kata beberapa warga penyedot pasir yang enggan dituliskan jati dirinya saat berbincang bincang dengan awak media ini beberapa waktu lalu.

Mereka juga menambahkan bahwa semua pihak yang ada di waway karya mengetahui akan adanya kegiatan penambangan yang mereka lakukan  selama ini. Namun apa yang mereka kerjakan tersebut aman-aman saja  meskipun apa yang mereka kerjakan tersebut diduga belum memiliki izin.

"Semua pihak yang ada di kecamatan ini, termasuk Bupati Lampung Timur diduga mengetahui adanya kegiatan penambangan ini," imbuh mereka.

Selain itu, diduga  ada  pungutan Rp.50.000/mobil yang dikordinir oleh bumdes setempat.

Baca :
○ Banten, Oknum Pegawai Desa Sukaresmi Sunat Bantuan Jamsosratu

Awak media ini beberapa kali berkunjung  ke kediaman kepala desa setempat untuk  mengkomfirmasikan hal tersebut, namun yang bersangkutan tidak berada ditempat.

"Bapaknya baru saja keluar mas," Kata istri Subandi saat dikonfirmasi di kediamannya beberapa waktu lalu.
Post a Comment