Baca konten viral kami di BABE

DESKRIPSI GAMBAR    
AKP Sudarno, S.H, Progam Police goes to School

AKP Sudarno, S.H, Progam Police goes to School


Blora (MI)- Anggota Polsek Jepon Polres Blora melaksanakan sosialisasi penerimaan Polri Tahun anggaran 2018. Kapolsek Jepon AKP Sudarno, S.H menerangkan, kegiatan sosialisasi yang dikemas dalam progam police goes to school tersebut bertempat di aula SMA Negeri 1 Jepon dan diikuti sebanyak seratus lima puluh siswa - siswi kelas XII, Kamis (29/3/2018) kemarin.

Kapolsek Jepon mengatakan kegiatan sosialisasi ini bertujuan agar bagi para pelajar yang berminat ingin menjadi anggota Polri supaya mempersiapkan mental dan fisiknya. Sebab pendaftaran penerimaan Polri sudah dibuka mulai tanggal 26 Maret sampai 11 April 2018.

“Dengan dibukanya pendaftaran seleksi penerimaan ini mengingatkan pelajar yang berminat menjadi anggota Polri agar mempersiapkan diri sebaik mungkin supaya pada saat seleksi nanti bisa mengikuti dengan lebih maksimal,” katanya, Jumat (30/03/18).

Para siswa mendapatkan pemaparan lengkap dari Bripka Kusnan bersama dua anggota lainnya mengenai mekanisme penerimaan anggota Polri mulai dari tahap pendaftaran, seleksi, pendidikan dan tugas-tugas yang diemban setelah lulus.

Penerimaan yang disosialisasikan juga bukan hanya Brigadir Polisi, namun juga Akpol, Bintara, Tamtama dan Sumber Sarjana (SIPSS).

Dihadapan para siswa - siswi, Bripka Kusnan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jepon menekankan bahwa pendaftaran Polri tidak dipungut biaya sepeserpun, oleh karena itu apabila berminat mendaftar jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang mengambil kesempatan tersebut.

“Kelulusan menjadi Polisi bukan karena uang, tapi karena kemampuan diri sendiri,” terangnya.

Disamping penyampaian sosialisasi penerimaan Polri pada kesempatan yang sama Bripka Kusnan juga mengajak kepada seluruh siswa agar arif dan bijaksana dalam menggunakan media sosial, karena banyak sekali berita bohong atau Hoax yang akhir – akhir ini sering beredar, semisal berita tentang ujaran kebencian dan Isu SARA yang dapat merusak kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga : Lampura Sosialisasi PTSL

“Jangan mudah men-share berita yang belum tentu kebenarannya, apabila ragu-ragu silahkan bertanya kepada ahlinya,” pungkasnya. (Sup)