DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Tiga Infrastruktur Kelistrikan Bertegangan Tinggi Pertama Berdiri di Papua

Tiga Infrastruktur Kelistrikan Bertegangan Tinggi Pertama Berdiri di Papua

Jakarta, (MI)- Tiga infrastruktur kelistrikan bertegangan tinggi pertama berdiri di Papua. Yaitu, Gardu Induk 150 kilo Volt (kV) Jayapura, GI 150 kV Holtekamp, serta Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Holtekamp-Jayapura milik PT PLN (Persero), (28/08).

Dalam acara peresmian, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan ketiga infrastruktur akan menyalurkan listrik yang dihasilkan pembangkit, sehingga semakin banyak warga yang bisa menikmati listrik. 

Diharapkan keberadaaan GI dan SUTT 150 kV bisa meningkatkan rasio elektrifikasi Papua dan nasional. Saat ini, rasio elektrifikasi di Provinsi Papua dan Papua Barat tercatat 53,2 persen dan merupakan provinsi dengan rasio elektrifikasi terendah di Indonesia.

"Pengoperasian tiga infrastruktur kelistrikan akan memperkuat sistem kelistrikan Papua, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," terang dia, dalam keterangan resmi, Jumat lalu (24/8).

Menurut Rini, ketersediaan listrik di Jayapura bisa menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru dan memudahkan investor yang ingin menanamkan modalnya.

Ahmad Rofiq, Direktur Bisnis Regional Maluku-Papua PLN menuturkan pengoperasian dua GI dan SUTT 150 kV ini bisa mengoptimalkan pengoperasian pembangkit listrik tenaga gas (PLTMG) Jayapura.

Sebelumnya, PLTMG Jayapura hanya dapat memproduksi listrik sebesar 30 megawatt (MW) karena jaringan transmisi, dan distribusi yang menyalurkan listrik ke masyarakat belum siap.

Namun, dengan peningkatan kapasitas infrastruktur penyaluran ini, listrik dari PLTMG Jayapura dapat disalurkan secara penuh, yaitu sebesar 50 MW.

Ketiga infrastruktur kelistrikan ini diperkirakan dapat menyalurkan listrik dari PLTMG Jayapura Peaker 40 MW yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.

Ahmad menilai tambahan suplai listrik tersebut dapat disalurkan untuk penambahan daya pasang baru atau pasang sementara bagi rumah tangga dan industri. Jumlah rumah tangga yang teraliri listrik tercatat 600 ribu pelanggan, mencakup Jayapura, Sentani, dan Genyem.

Pengoperasian PLTMG diproyeksi bisa menghemat biaya produksi listrik hingga Rp8,7 miliar per bulan.

"Potensi penghematan ini dihitung berdasarkan penurunan specific fuel consumption dan penghentian mesin sewa dari sistem kelistrikan Jayapura," imbuh Ahmad.

Baca juga : Perbaikan Jalan Akses Antar Desa, Skala Prioritas Pembangunan DD Tahun 2018

Ketiga infrastruktur kelistrikan dibangun dalam kurun waktu dua tahun memakan biaya investasi sebesar Rp341 miliar dengan sumber dana berasal dari anggaran PLN. cnn (*)
Post a Comment