DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Warga Trauma, Tanggul 50 Meter Jebol di Purwoasri Akibat Banjir Bandang Belum Diperbaiki

Warga Trauma, Tanggul 50 Meter Jebol di Purwoasri Akibat Banjir Bandang Belum Diperbaiki

Pacitan, (MI) - Paska bencana banjir bandang serta tanah longsor yang menerjang Kabupaten Pacitan akhir tahun 2017 lalu masih menyisakan permasalahan, Salah satunya pembenahan tanggul yang jebol di beberapa wilayah ada yang belum di benahi hingga saat ini, Seperti salah satu tanggul yang berada di Rt/Rw 1/7 Dusun Wetih Desa Purwoasri Kecamatan Kebonagung Pacitan hingga saat ini belum di benahi.

Menurut Kepala Desa Purwoasri Andi Rahmanto mengatakan, Di Desanya ada dua lokasi tanggul yang jebol, Pihak desa sudah 2 (dua) kali mengajukan ke Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dan Hutan Lindung Solo (BPDASHLS), dan sudah di survei kelokasi namun hingga saat ini tanggul yang berada di Dusun Wetih belum ada kejelasannya.

"Paska bencana kita sudah ajukan ke BPDASHLS dan dua lokasi tersebut sudah survei, Namun yang di perbaiki hanya tanggul jebol yang berada di Rt/Rw 2/5 Dusun Sampang saja,Sedangkan untuk yang di Dusun Wetih hingga saat ini masih belum ada perbaikan,"ujar Kades saat di temui pewartanusantara.com di ruang kerjanya, Senin (27/8/2018).

Lebih lanjut Andi menambahkan, Tiga bulan yang lalu pihak Desa kembali mengajukan terkait tanggul tersebut melalui Forum Peduli DAS Pacitan, Namun hingga saat ini juga belum ada kejelasannya dari Pihak BPDASHLS yang berkantor di Surakarta Solo tersebut.

"Padahal ini sudah hampir memasuki akhir tahun yang biasanya curah hujan tinggi, jika tidak segera di perbaiki tanggul tersebut akan sangat mengkhawatirkan bagi penduduk di sekitar tanggul tersebut,"tambahnya.

Tanggul sepanjang 50 meter yang jebol tersebut berada tidak jauh dari pemukiman warga, Sedangkan tanggul sementara yang di buat warga setempat mengunakan Karung yang di isi pasir sudah mulai rusak.

"Jika tidak ada penanganan secepatnya dari pihak terkait, di khawatirkan saat memasuki musim penghujan dan debit air tinggi akan berbahaya bagi warga sekitar tanggul tersebut,"tandasnya.

Saat pewarta melihat langsung ke lokasi tanggul tersebut serta bertemu salah satu warga yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi itu mengeluhkan dengan tidak di tanganinya tanggul yang roboh akibat di terjang banjir beberapa waktu yang lalu.

Baca juga : PDIP, Kasus Meilina Tanjung Balai, Bukan Kategori Penistaan Agama

"Kami masih trauma dengan banjir bandang yang lalu, jika ini tidak di perbaiki apa bila di musim penghujan dan air besar pastinya kejadian yang lalu bisa terulang lagi, Kami berharap kepada pihak terkait bisa segera di perbaiki agar warga di sekitar lokasi bisa tenang,"harap warga yang engan di sebut namanya tersebut.(tyo)
Post a Comment