DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Lam-Tim, Wartawan Diabaikan, Saat Pertanyakan Hasil Monev Dana Desa

Lam-Tim, Wartawan Diabaikan, Saat Pertanyakan Hasil Monev Dana Desa

Lampung Timur, (MI)- Dana Desa di pantau perencanaannya hingga pelaksanannya oleh tim monitoring kabupaten Lampung Timur dan evaluasi (Monev) bentukan Kecamatan sekampung dan Pendamping desa. Namun, puluhan kuli tinta meragukan kinerja tim monev dalam prakteknya dianggap kurang detail memeriksa administrasi dan fisik di lapangan, (18/09).

Itu jelas dikatakan puluhan kuli tintah kontrol sosial di desa Sukoharjo Kecamatan Sekampung, kabupaten Lampung Timur, realiasi dana desa sejauh ini masih kurang terkontrol maksimal. Banyaknya Bumdes yang yang di duga tidak berjalan, realisasi yang diduga tumpang tindih antar satu bantuan dengan bantuan lainnya hingga pat gulipat dengan pihak- pihak yang mengatasnamakan pengawasan pemerintah, masih rentan terjadi.

Bahkan, para kuli tinta juga meragukan kinerja tim monev kabupten yang terdiri dari Kecamatan dan pendamping desa selama ini, karena puluhan para kuli tinta khawatir yang dievaluasi dan yang mengavaluasinya sama-sama merapihkan dan menutup celah yang sebenarnya masih ada yang tidak sesuai aturan main, itu dalihnya agar pencairan dana dana berikutnya lancar, sementata kekurangan dilapangan ini diabaikan, saja
kuli tinta, ingatkan sebut saja Andre, baik dari kabupaten, berikut dari Kecamatan maupun Pendamping Desa, untuk tidak main-main saat menjadi tim monev, karena konsekwensi yang dihadapi jika ada temuan ril kecurangan dan indikasi korup, sebelum Kades dan pegawainya, tim monev ini yang lebih dulu bisa tersandung hukum.

Bisa alasan memanipulasi, merekayasa administrasi dengan fisik atau bahkan mengada-ada. Tentu semua ini tidak diharapkan semua pihak. "Tim monev jangan main-main cek kebenaran realisasi dana desa dilapangan, karena jika ada kesalahan yang dibuatnya, ini harus dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Tetapi puluhan para kuli tinta berbeda-beda media ini sempat menambahkan, tim monev tidak perlu risih jika sesekali ada para Wartawan LSM, Ormas atau mungkin aktivis independen ikut nimbrung cek fisik realisasi dana desa. Jika ada desa yang kurang benar dalam mengelola dana desa, maka tim monev harus berani mengatakan kekurangannya dan menolak melanjutkan dahulu segala sesuatunya, bukan meneruskan begitu saja. Hal yang memalukan sebut Salman kuli tinta, jika sewaktu-waktu ada pemerintah desa terendus kejaksaan, kepolisian bahkan KPK disebut ada tindakan pelanggaran, sementara saat di monev datar-datar saja, ini baru akan membuktikan adanya ketidak beresan antara pemerintah kabupaten kecamatan, desa dan pendampingnya.

"Sebelum kadesnya terseret kalau ada unsur pelanggaaran, maka kabupaten dan kecamatan adalah pihak yang pertama bertanggung jawab, maka kami para journalis minta jangan main-main," tandasnya.

Beberapa awak Media dan LSM mengatakan, tim monev harus bisa memastikan kerapihan realisasi dana desa, baik fisik, administrasi dan keuangannya sedetail- detailnya. Gaya hidup para Kades yang semakin dikesankan raja kecil semenjak segudang bantuan turun, harus bisa terdeteksi kompetensi dan penghasilannya selama ini. Karenanya, mendobrak keraguan itu, tim monev yang menjadi wakil masyarakat harus jujur, transparan dan bertanggungjawab.
Jangan mengada-ngada urusan keuangan pemerintah jika ada temuan negatif dilapangan, semuanya harus aktif dan koperaktif, bahkan jika mau lebih tuntas transparansinya selain spanduk keuangan desa yang wajib dipasang, libatkan Media dan LSM sebagai tim monev independen.

"Libatkan semua pihak, monev jangan dikesankan wakil pemerintah, tapi seharusnya bekerja sebagi wakil masyarakat yang menikmati manfaat dari Dana yang turun tersebut," ujarnya.

Dengan serentaknya puluhan wartawan mengatakan jangan sererti ini adanya monev didesa Sukoharjo kepala desa yang yang punya hajat ini malah tidak ada di tempat, padahal dikecamatan Sekampung ini berjumlah 17 desa berikut 17 kepala desa, namun hanya 2 kepala desa yang menghadiri monev di desa Sukoharjo kecamatan Sekampung, diantaranya kepala desa Hargomulyo, Sutyo yang hadir dari pagi sampai sore berikut ketua abesi kepala desa Mekar Mukti Marsono hanya memperlihatkan muka sebentar kemudian menghilangkan pergi entah kemana sampai sore jam 17:00, bahkan nyaris 15 kepala desa yang lain tidak ikut monev.

Dari pagi sampai sore sambutan Kepala Desa Sukoharjo hanya angin yang didengar, bahkan Darsom tidak datang dan tidak menghaturkan terimakasih dan selamat datang kepada Team Monev baik dari kabupaten Lampung Timur maupun dari kecamatan Sekampung.
Dana desa untuk tahap I sudah selesai dan tahap 2 sudah hampir selesai , triwulan infrastrukutur padukuhan menunggu droping matrial 100% selesai desa baru akan mencairkan untuk pembayaran ke suplayer sesui perjanjian kontrak, realisasi penggunaan dana desa ada yang untuk infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, serta penyertaan modal BUMDES, dalam acara tidak ada sambutanya kepala desa Darsom tidak ada di tempat, yang ada hanya Tim monev Kecamatan yang menyampaikan bahwa penggunaan Dana Desa, DD, Bagi hasil pajak, yang dibatasi membuat desa agak kebingungan dalam penganggaran, karena tidak semua desa memiliki PAD untuk membiayai kegiatan yang tidak bisa di danai oleh salah satu pendapatan transfer, diharapkan BP3AK BPMD bisa membantu untuk mendorong perubahan regulasi yang mengatur penggunaan masing masing sumber dana, Sambutan Dari Team Kabupaten menyampaikan terimakasih usulannya akan segera ditindaklanjuti, melihat realisasi desa Sukoharjo sudah sesuai aturan yang berlaku, penggunaan dana desa di harapkan lebih di prioritaskan untuk permberdayaan masyarakat, serta pengembangan BUMDES, karena dana desa tidak akan selamanya abadi, harapan adanya dana desa adalah untuk membentuk desa yang mandiri,misalkan dengan pengembangan BUMDES di unit usahanya bisa banyak disesuaikan potensi desa, diharapkan dana desa tahun ini tidak disilpakan, kesuksesan pelaksanaan dana desa tidak hanya di ukur dari hasil fisiknya tapi juga kelengkapan pertangungjawabanya, transparasi sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan kepercayaan publik/masyarakat kepada pemerintah desa.

Acara di ahiri dengan pengecekan administrasi  dan peninjauan fisik, dan akan tetapi puluhan wartawan tidak menemukan dan tidak melihat dari team yang mengecek dilapangan, bahkan dari Babinkam dan Babinsapun tidak ada di monev ini. Kecurigaan para kuli tinta ini rela menunggu apa hasil dari monev sampai pukul 19:00. WIB tak tahan menunggu pukul 19:10. WIB puluhan para kuli tinta akhirnya pulang kerumah masing ketika diperjalanan, rupanya kejelian si Andre melihat kasi PMD ibu Yati dan Team Monev kabupaten lampung timur asik ngobrol sambil menyantap hidangan di rumah makan LUWES, beberapa team monev masih berpakaian dinas dan berikut dua orang yang tidak berpakaian dinas Yati kasi PMD dan satu nya dari team monev kabupaten.

Baca juga : Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-IX Kota Tangerang Selatan

Awak media mempertanyakan tentang kejelasan apa hasil dari monev ke team monev dari kabupaten, nyari tak nya terdengar Jawab Keras dari team monev dari kabupaten kami team monev tidak tau apa-apa dan tidak bisa menjelaskan hasil monev tadi siang, ujar team dari kabupaten berseragam dinas yang dia pakai tidak memakai tanda pengenal. Yati kasi PMD, pergi pulang, tanpa menjelaskan hasil monev, ketika dihubungin via Hp belasan kali Yati tidak mau menerima. (Indra)
Post a Comment