Channel Investigasi

Hibur Korban Gempa Lombok dan Palu, dengan sulap

Hibur Korban Gempa Lombok dan Palu, dengan sulap


Jakarta, (MI)- Untuk menghibur anak-anak korban Gempa tsunami Rani penyanyi tembang lawas bersama sang suami Adri Maman yang pesulap beken. Rela blusukan ke Lombok dan Palu, (01/1/2019).

"Sebagai anak bangsa dan seorang ibu, saya terpanggil untuk menghibur anak-anak korban gempa. Apalagi kami di fasilitasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Tanpa pikir panjang langsung oke aja," ujar Rani saat bincang dengan awak media sepulang dari Palu Sabtu (29/12).
         
Untuk menghibur anak-anak korban di Lombok dan Palu Rani kemudian mengajak kolega sang suami,  sesama pesulap dari seluruhIndonesia. Seperti Afriza dari Batam, Ezha dan Syawal dari Kendari, Ocky Fummo dan John Silombo (Purwokerto) Azwar (Makassar ), Chicko (Lampung), Hengky (Banten), Briyan (Bogor), Hanes (Lombok), Win (Tangerang), Eghie (Tegal) dan Mario (Palu).
     
"Saya salut sama teman- teman pesulap yang mau terjun ke lokasi gempa dengan fasilitas sederhana tidur di rumah warga setempat dan makan makanan masakan seadanya oleh tuan rumah, padahal mrk adalah pesulap terbaik dengan bayaran show yang lumayan  tapi mrk rela meninggalkan job puluhan juta show natal dan tahun baru demi kegiatan sosial ini," ujar Adri Manan pesulap senior yang dipercaya Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia menjadi koordinator pesulap untuk blusukan para korban Gempa di Lombok dan Palu.
     
Untuk dapat menghibur anak-anak korban gempa tsunami, para pesulap muda mau berjibaku untuk mencapai tempat lokasi gempa yang bakal dihiburnya. Setelah blusukan  di Palu, Adri Manan mengungkapkan kalau kondisi anak-anak korban gempa banyak yang traumatik. Karenanya, para pesulap tidak sekedar menghibur tapi juga mengembalikan kepercayaan diri ratusan anak-anak yang trauma psikis. "Sebagian besar anak-anak di Palu paranoid, takut kalau kembali tinggal dirumah. Mereka maunya tinggal di pengungsian," ujar Suami Rani penyanyi lagu-lagu kenangan ini.
     
Sementara Rani setelah melihat kondisi anak-anak korban gempa, Rani mengaku tidak bisa berkomentar apa-apq "Dampak dari trauma Healing melalui sulap sangat bagus sekali, anak-anak senang banget. Mereka bisa tertawa lepas, jadi bisa menghilangkan sejenak  kesedihan dan kemurungan mereka. Dalam sulap juga diselipkan tips-tips saat mengalami gempa harus bagaimana. Jadi anak-anak bebar-benar fokus mendengarkan dan mengikuti acara yang kita gelar," ujar Rani.
     
Selama satu bulan menjadi relawan penghibur, Rani mengaku banyak hikmah yang bisa diambil.
     
"Kita jadi merasakan betapa menderitanya korban tsunami, mereka tidur seadanya. Bahkan ketika kita menghibur mereka dengan sulap, mereka duduk di atas tanah tanpa alas. Saking minimnya kebutuhan sehari-hari mereka," ujar Adri Maman.
       
Adri mengaku salut atas jiwa sosial yang tinggi dari para pesulap, meski menghadapi gempa dan naik turun motor kapal untuk bisa menghibur Menghibur anak-anak korban gempa di Lombok. "Bayangin, lagi seru seru nya menghibur anak-anak tiba-tiba ada gempa. Ya, bubar semua, lari tunggang langgang," kata Adri Manan menirukan ucapan para pesulap yang terkenal gempa di Lombok (red/Byl)