Loading...

BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR
Polresta Bandara Soetta, Amankan pelaku penyebar berita bohong Virus Corona masuk Soetta

Polresta Bandara Soetta, Amankan pelaku penyebar berita bohong Virus Corona masuk Soetta


Tangerang (MI) - Polresta Bandara Soekarno Hatta gelar Konferensi Pers kasus penyebar informasi bohong (hoax) seputar adanya virus corona di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, melalui media sosial, acara Konferensi Pers di gelar sekitar pukul 09.00 WIB di Posko penanggulangan penyebaran virus corona terminal I B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten. (28/02/20)

Konferensi Pers dipimpin oleh Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH yang didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta Kompol A. Alexander serta beberapa Pimpinan Instansi yang ada di Lingkungan Bandara Soetta seperti antara lain :
- Komandan Kodim 0506 / Tangerang
- Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta
- Kepala Kantor Otoritas Bandara Soetta
- Kepala Kantor Imigrasi Klas 1 Khusus Bandara Soetta
- EGM PT Angkasa Pura II Bandara Soetta
- Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soetta
- Kepala Balai Karantina Pertanian
- Kepala Balai Karantina Ikan

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH, mengatakan, dalam kasus yang melibatkan RAF pihaknya berhasil mengamankan berbagai barang bukti (BB) di antaranya, Capture FB atas nama tersangka RAF, HP Samsung Note 5, manifest penerbangan Garuda GA 79 dari Lampung menuju Jakarta dengan Pesawat Emirates EK 359 dari Jakarta menuju Jeddah,"jelas Kapolresta Bandara Soetta.

Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH, juga menambahkan, bahwa ada Surat Keterangan Kematian yang dikeluarkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta atas nama RR yang meninggal pada tanggal 26 Januari 2020,  Surat kematian atas nama  RR (korban yang dikabarkan kena virus corona namun sebenarnya terkena gagal jantung) dari Kelurahan Sukaluyu, Bandung, Jawa Barat yang dikeluarkan pada Tanggal 28 Januari 2020, Serta laporan dari petugas piket SPKT Polreta Bandara Soetta terkait meninggalnya calon Jamaah Umrah dari Lampung atas nama RR akibat gagal jantung (sakit jantung),” ungkapnya.

Lebih jauh, Kapolresta Bandara Soetta menambahkan, kasus hoaks yang melibatkan RAF ini diketahui pihaknya berawal ketika melakukan Patroli Siber dan mendapati adanya konten pada media sosial yang diduga mengandung kabar bohong yang dapat meresahkan masyarakat terkait penyebaran virus Corona di Bandara Soetta yang dimuat awal pada 27 Januari 2020, lalu pihaknya berkoordinasi dengan Subdit Siber, Dit ReskrimSus Polda Metro Jaya yang kemudian diperoleh informasi bahwa konten berisi informasi bohong tersebut juga telah beredar luas melalui perantaraan media sosial dan sarana komunikasi WhatsApp (WA) group,"terangnya.

Lalu kata Kapolresta Bandara Soetta, isi dari konten tersebut adalah Kalimat “Virus Corona Masuk Soekarno Hatta” dengan menyertakan gambar (foto) terkait adanya seorang ibu yang terbaring di area Terminal Bandara Soetta yang disertakan kutipan berita dari salah satu media Online Nasional,namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut ternyata foto tersebut adalah kejadian yang bertolak belakang, yang tergambar seorang wanita terbaring (dengan dikelilingi oleh para pengguna jasa penerbangan di Bandara Soetta) adalah seorang wanita inisia RR yang mengalami sakit jantung pada saat akan berangkat menuju Jeddah Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah Umrah pada Minggu (26/01/20), dengan menggunakan Maskapai Penerbangan Emirates yang diberangkatkan oleh Haka Tour,"papar Kapolresta Bandara Soetta.

Lanjut Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH,Terkait pemberitaan pada salah satu Media Online Nasional yang turut disertakan oleh tersangka dalam konten media sosialnya, oleh tersangka dikutip tidak utuh, Jadi dapat dipastikan bahwa kabar bersifat meresahkan yang disebarluaskan oleh tersangka adalah bohong atau hoax,”pungkasnya.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol A. Alexander pun menambahkan, proses penangkapan terhadap RAF berawal ketika pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil mengendus keberadaan pelaku  hingga melakukan penangkapan terhadap pelaku RAF di Tanjung Priuk, Jakarta Utara, pada hari Rabu (25/02/20) dari tangan pelaku disita barang bukti  (BB) berupa Handphone Samsung Note 5, dan diketahui pelaku memiliki pekerjaan sebagai teknisi bengkel dan pernah bekerja di bengkel salah satu merk otomotif di negara Jepang dengan latar belakang pendidikan S1 Ilmu Komputer pada sebuah Lembaga Perguruan Tinggi Swasta di Sukabumi, Jawa Barat,”jelas Kasat Reskrim Poresta Bandara Soetta.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta juga mengatakan dengan adanya peristiwa hoaks ini, Kasubbag Humas Polresta Bandara Soetta, Ipda Riyanto menyampaikan himbauan kepada publik agar senantiasa bijak menggunakan media sosial serta teliti dalam menyaring sebuah informasi agar tidak terjerat kasus hukum seperti yang dilakukan oleh pelaku RAF, Kepada warga masyarakat, kami (Polri) mengajak bersama-sama agar bijak dan pintar memilah dan menyaring sebuah informasi (kabar), Seeloknya di periksa dulu kevalidan isi berita sebelum menyebar luaskan agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Kompol A Alexander. (Ratna)
 

TERHANGAT