Penutupan Festival Bima
Timur Libatkan Partisipasi Masyarakat
Bima, Media Investigasi
Penutupan Festival dan Pameran Bima Timur Menyapa Pilkada
Damai 2015 bertempat di Lapangan Semangka Desa Naru Kec. Sape Kab. Bima (3/11).
Di hadiri oleh Ketua KPU beserta rombongan, Ketua Panwaslu beserta rombongan,
Para Paslon Bupati dan Wakil Paslon Bupati, Unsur Muspika Kec. Sape, Kec.
Lambu, Kec. Wawo, Kec. Wera, Para Kades se-Kec. Sape - Lambu, Para Ka UPTD
se-Kec. Sape, Kec. Lambu, Kec. Wawo, Para Kepala Sekolah, Guru, Toga, Toma dan
Toda serta tamu undangan berjumlah sekitar 800 ( delapan ratus ) orang.
Kegiatan diawali penampilan SMUN 1 Sape membawakan Lagu perjuangan Bima Timur
dan Lagu Bima Lepi Oi, SMUN 2 Sape yang membawakan lagu perjuangan Bima Timur
dan Maita Lampa Sama, SMUN 1 Wawo membawakan Lagu Perjuangan Bima timur dan
Lagu Bima lepi oi, SMUN 1 Wera membawakan tarian daerah Bima.
SMPN
1 Sape Faradila membawakan Lagu perjuangan Bima Timur dan Lagu Maita Lampa
sama.
Puskesmas
Plus Sape membawakan Lagu Mars KPU, SMUN 1 Wawo membawakan Lagu perjuangan Bima
Timur dan Lagu Maita Lampa sama, SMPN 1 Wawo membawakan tarian Bima, UPTD
Dikpora Kec. Lambu membawakan Lagu Mars Pilkada. Grup musik kreatif Koboi dr
Kec.Wera membawakan lagu Perjuangan Bima Timur, UPTD Dikpora Kec.Wera
membawakan Lagu Mars KPU.
Acara dilanjutkan dengan pemberian piagam kepada
seluruh panitia penyelenggara dan pembagian hadiah kepada para peserta Lomba untuk para juara baik kategori
Grup maupun Solo. Kemudian Camat Sape Muhaimin, S.Sos secara resmi menutup
acara tersebut serta memberikan sambutan yang intinya mengucapkan terima kasih
kepada seluruh panitia penyelenggara dan segenap masyarakat sehingga giat
tersebut dapat berjalan aman hingga
penutupan.
Dan Seluruh rangkaian giat selesai pukul 24.00 wita
berjalan aman dan dilakukan Pam oleh anggota Sek Sape yang dipimpin oleh
Kapolsek Sape Kompol Rudy Kurniawan, S.Kom.
Dari
pantauan koran ini, di lokasi festival, terdapat
Taman Hiburan Masyarakat(THR), stand jualan kuliner, pakaian, serta mainan dan
masih banyak lagi jasa penjualan di areal itu.
Aan
Saportra, Ketua Panitia festival dan pameran kepada media ini, “Setiap malam, terdengar
suara dan pernyataan masyarakat,Yel, Yel, Yel, Bima ku, Bima ku, Bima ku, Bima
Timur, sebuah lagu ciptaan khusus sebagai bentuk dukungan untuk mempercepat
pemekaran,” ungkapnya.
Lanjutnya
lagi,”Saya merinding melihat acara ini, tidak mengira bisa semeriah ini, event
yang belum ada tandingannya dengan tempat lainnya. Inilah festival yang
bergengsi di Bima, kita sering melihat acara diselenggarakan di Bima, namun
seramai seperti ini, belum ada duanya,
” tutur
nya.
Dengan
adanya moment ini, di harapkan kepada pemerintah, agar bisa melirik potensi
alam, seperti Pulau Ular yang indah, Pulau Kelapa, Pulau Rite, dan Sarang Walet.
Jasmin
Spd, Ketua KPKBT pada media ini, dengan adanya festival ini, dapat meredam suhu
politik, dengan mensosialisasikan pilkada yang damai, perjuangan pemekaran Bima
Timur, sehingga masyarakat mengetahui.
Masyarakat
dari 72 desa dan 7 Kec. Sape, Lambu, Wawo, Wera, Ambalawi, Langgudu dan Lambitu,
dan yang mengikuti festival ini, hanya Kec Lambitu tidak terlibat, kata jasmin.
Untuk itu, lanjut Jasmin,
kita
semua merasa bangga dan berterimaksih kepada masyarakat dan panitia pelaksana
kegiatan ini, hingga terselenggara dengan baik, dan berjalan aman hingga
penutupan.
Arsyad
dan Usman, warga masyarakat yang hadir pada media ini mengatakan, "kami
merasakan, bahwa Bima Timur, sudah menjadi kabupaten tersendiri, dengan adanya
festival ini. Dan acara seperti ini, bisa di selenggarakan setiap tahunnya”. (Edy Mulyadin)

