Perjalanan Spiritual Di Ma'ulhayya Serpong

Breaking news

Live
Loading...

Perjalanan Spiritual Di Ma'ulhayya Serpong

Thursday 17 March 2016

Mengingkarinya adalah pendapat yang sungguh bathil.

Serpong, Media Investigasi- Fenomena seseorang kerasukan jin adalah benar adanya.
Mengingkarinya adalah pendapat yang sungguh bathil. Karena sudah jelasnya dalil-dalil yang menunjukkan akan hal itu, yang pasti bisa diterima oleh akal sehat.
Jadi yang perlu sangat diperhatikan, bahwasanya perihal mengimani, mempercayai adanya jin serta perbuatannya adalah termasuk permasalahan aqidah.

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati di dalam berucap dan bertingkah menyikapi adanya fenomena orang yang kesurupan jin.

Acara kegiatan pembukaan cabang PT.TJL Tangerang.

Seperti yang dijelaskan Bapak Daman huri Pimpinan Majlis Dizkir Ma'ulhayya Serpong (17/03) saat disambangi Wartawan mediainvestigasi.com di Majlis Ma'ulhayya Serpong "Adapun gejala mencolok orang-orang yang kerasukan jin adalah seseorang akan menjadi lemah pada sebagian anggota tubuhnya, atau menjadi buta atau merasakan sakit yang amat sangat di sekujur tubuhnya atau pada sebagian tubuhnya saja dengan tidak ada sebab tertentu yang ditetapkan secara medis.
Maksudnya, apabila diperiksa dokter semua anggota tubuh sehat" tuturnya.

Bapak Daman panggilan akrab masyarakat sekitar, menurut pengakuannya, setiap hari majlis ma'ulhayya tidak pernah sepi, selain kegiatan rutin tawasulan setiap malam minggu ada saja tamu yang datang, dari luar daerah seperti Banten, Jakarta bahkan ada dari luar Jawa.

Untuk minta bantuan penyembuhan atau penglarisan "saya hanya upaya semua itu kehedak Allah SWT. Yang mengabulkan", hari senin (14/03) baru saja menghadiri undangan dari PT.TJL di kawasan pergudangan Balaraja Tangerang untuk membuka dan menetralisir pabrik baru cabang dari PT.TJL dan sekaligus memimpin Do'a Tasaquran.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : "Yaitu setan-setan (dari jenis)manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)." (Al-An'am : 112)
tutup Daman huri". (M Abdul Rosyid)