Brutal! Pemuda Tanggung Aniaya Ibu Kandung: Hingga Kritis

Breaking news

Live
Loading...

Brutal! Pemuda Tanggung Aniaya Ibu Kandung: Hingga Kritis

Sunday 29 September 2019


Sakiroh teriak-teriak minta tolong dari arah dalam rumahnya, setelah itu tidak terdengar lagi teriakan. Saya bersama warga yang lain langsung datang ke rumah itu, ternyata dia dianiaya anaknya, (28/9/2019).

Pati, (MI) - Tengku Muda Wali Alkholidi (20) seorang pemuda asal Desa Jatisari, Kecamatan Jakenan, Pati, tega menganiaya ibu kandungnya, Sakiroh hingga mengalami luka berat, Jumat (27/9) siang.

Diketahui, peristiwa yang terjadi menjelang salat Jumat itu pun, sempat menyita perhatian warga sekitar, lantaran tindakan tersangka yang cukup brutal. 

Pasalnya, selain melayangkan tinjunya ke arah wajah ibu kandungnya, terduga pelaku juga menginjak, serta menusuk-nusuk korban dengan bambu tumpul berukuran 1 meter.

Saya mendengar Sakiroh teriak-teriak minta tolong dari arah dalam rumahnya, setelah itu tidak terdengar lagi teriakan. Saya bersama warga yang lain langsung datang ke rumah itu, ternyata dia dianiaya anaknya,” beber Syafi’i warga setempat saat ditemui media ini.

Segera kerumunan warga menghentikan kejadian tersebut dan membawa korban ke RS Budi Agung Juwana untuk mendapatkan perawatan medis. Mengingat, hidung dan telinga korban mengeluarkan darah.

Sakiroh sudah tidak sadarkan diri, semua bagian wajahnya lebam-lebam karena diinjak dan dipukul oleh Tengku. Memang anak itu, sejak dulu mengalami gangguan jiwa,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Jatisari, Nawar juga mengamini, jika Tengku mengalami gangguan kejiwaan. 

Bahkan terduga yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara tersebut sempat menjalani perawatan di rumah sakit jiwa di Semarang.

Dia pernah di rumah sakit Jiwa di Semarang, tetapi dia kabur dan pulang kembali ke rumah. Kira-kira sejak tahun 2001 dia sudah menunjukkan tanda-tanda tidak normal,” lanjutnya.

Dan saat dia di bangku MTs tahun 2011, keanehan semakin terlihat jelas,” tambahnya.

Menurutnya, penganiayaan terhadap ibunya baru kali ini dilakukan. Hanya saja, kedua adiknya dan para tetangganya sudah acap kali mendapatkan perlakuan fisik dari terduga. Beberapa tetangga pun pernah diancam untuk dibunuh, jika kehabisan obat.

Baru kali ini dia menganiaya ibunya. Sebelum kejadian, ibunya baru datang dari membeli obat dari apotek untuknya, tetapi sesampainya di rumah langsung dianiaya olehnya,” terangnya.

Terpisah, Kapolsek Jakenan, Iptu Suwarno membenarkan telah terjadi tindak penganiayaan di wilayah hukumnya. Pihaknya mengatakan, terduga pelaku sudah diamankan, sedangkan untuk korban sudah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Tidak ada korban meninggal dunia dan pelaku sudah kami amankan. Saat ini kami masih melangsungkan prosedur kepolisian. Kami belum bisa menentukan apakah terduga mengalami gangguan kejiwaan atau tidak, itu  bukan ranah kami, tetapi medis,” sebutnya saat ditemui di kantornya. (*)