PD heran dengan sikap NasDem? -->

Breaking news

Live
Loading...

PD heran dengan sikap NasDem?

dok. istimewa, kolase (12/1) Demokrat tidak memaksa, melainkan bersikap jika Koalisi Perubahan mau menang pada Pilpres 2024, maka sebaiknya pasangan yang diusung adalah Anies-AHY.


Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menyebut 'Koalisi Perubahan' tak akan berjalan jika Partai Demokrat memaksakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pendamping calon presiden Anies Baswedan. Partai Demokrat heran dengan sikap NasDem.


Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution mengungkit 'Koalisi Perubahan' yang diupayakan pihaknya dengan NasDem dan PKS semata-mata demi perubahan dan perbaikan di 2024. Syahrial menyebut cawapres yang akan mendampingi Anies haruslah mampu ikut mendukung untuk memenangkan pasangan.


"Bingkainya sudah jelas, semangat untuk saling menguatkan dan memenangkan calon dari Koalisi Perubahan. Untuk melengkapi upaya tersebut, lantas Demokrat mengusulkan Ketum AHY sebagai cawapres pendamping Anies. Begitupun dengan PKS, mengusulkan mantan gubernur Jawa Barat Kang Aher sebagai cawapres pendamping Anies," kata Syahrial saat dikonfirmasi, Rabu (11/1/2023).


Syahrial menegaskan Demokrat tidak memaksakan AHY, ketua umum mereka, menjadi cawapresnya Anies Baswedan. Syahrial mengaku heran dengan sikap NasDem yang sampai memprediksi koalisi bubar andai AHY dipaksakan menjadi cawapres Anies.


"Demokrat tidak dalam posisi memaksakan Ketum AHY melainkan dalam posisi bersikap atas kian intensifnya pembicaraan pada tim kecil koalisi. Justru dengan pernyataan Pak Ahmad Ali kita bertanya-tanya, dasarnya apa melarang Demokrat bersikap? Apalagi memprediksi koalisi akan bubar," kata dia.


"Karena Demokrat tidak memaksa, melainkan bersikap jika Koalisi Perubahan mau menang pada Pilpres 2024, maka sebaiknya pasangan yang diusung adalah Anies-AHY," ujarnya.


Syahrial menyebut usulan duet Anies-AHY disampaikan dengan dasar yang kuat. Syahrial mengklaim duet ini diinginkan masyarakat.


"Sikap Demokrat tentu didasari atas pertimbangan yang jelas dan matang. Ada mekanisme survei. Menangkap keinginan atau mood yang selama ini ditangkap di masyarakat, juga pertimbangan lainnya yang sangat prinsipil," kata dia.


Ahmad Ali sebelumnya menanggapi harapan Demokrat agar AHY menjadi cawapresnya Anies. Ahmad Ali menyampaikan harapan itu belum dibicarakan di internal dan juga dengan Anies.


Dia menilai harapan Demokrat sah-sah saja ingin AHY menjadi cawapres Anies. Menurutnya hal itu masih terlalu prematur.


"Yah itu sah-sah aja sebagai harapan, tapi di kertas kita belum pernah bicarakan dan Pak Anies belum pernah bicarakan itu kepada Partai NasDem. Jadi saya pikir ini masih hal yang terlalu prematur," ujar Ahmad Ali saat dihubungi, Selasa (10/1).


Lebih lanjut Ali tidak mau dalam 'Koalisi Perubahan' terjadi penguncian hanya karena memaksakan kehendak. Dia memastikan apabila ada penguncian terhadap cawapres Anies, Koalisi Perubahan bisa saja bubar.


"Ini bukan harga mati yang kemudian kalau tidak AHY kami tidak mau. Ya itu namanya mengunci kan. Kalau terjadi seperti itu, saya pastikan koalisi ini tidak berjalan," kata dia. (dw/*)