Programmer yang membantu bobol Samsat Kelapa Dua akui terima Ratusan Juta -->

Breaking news

Live
Loading...

Programmer yang membantu bobol Samsat Kelapa Dua akui terima Ratusan Juta

dok. istimewa (3/1) Terdakwa mengatakan, jika ditotal, ia menerima Rp 900 juta lebih.


Serang - Terdakwa Budiyono, programmer yang membantu membobol aplikasi Samsat Kelapa Dua Tangerang, Banten, mengaku mendapatkan total Rp 900 juta. Uang itu ia terima dari membobol dan mengedit nilai pajak kendaraan mobil melalui aplikasi Samsat Banten.


Budiyono awalnya mengatakan bahwa dia bisa mengubah 3-4 kali nilai pajak melalui database aplikasi Samsat Banten berdasarkan instruksi grup Telegram setiap hari. Grup tersebut beranggotakan terdakwa Zulfikar sebagai pejabat Samsat Kelapa Dua serta pegawai Samsat M Bagza Ilham dan Ahmad Pridasya.


Uang kemudian diatur oleh terdakwa Zulfikar ataupun terdakwa Bagza. Sebagian sisa juga, menurut dia, ada yang disimpan oleh Zulfikar dengan janji akan dibagi rata.


"Dari Pak Zul Rp 60 juta, berapa kalinya saya lupa, kadang Rp 5 juta, Rp 10 juta, totalnya segitu. Kalau dari Bagza Rp 800-an," kata terdakwa Budiyono di Pengadilan Tipikor Serang, Senin (2/1/2023).


Uang hasil membobol itu diterima melalui transfer dan cash. Uang transferan khusus dilakukan dari Bagza sementara dari Zulfikar dengan cash.


"Jadi misalnya hari ini sudah selesai mengambil 1-2 (wajib pajak), nanti malam dikasih, ditransfer," katanya.


Sekitar Agustus 2021, Budiyono dengan terdakwa Bagza dan Pridasya melakukan pembobolan aplikasi Samsat tanpa diketahui oleh Zulfikar. Modusnya sama dengan melakukan perubahan nilai pajak kendaraan baru BBN 1 ke BBN 2 atau mobil bekas.


Terdakwa mengatakan, jika ditotal, ia menerima Rp 900 juta lebih. Uang itu diterima dari Bagza Rp 816 juta, Rp 60 juta dari Zulfikar, dan terakhir empat kali transfer dari Bagza yang nilainya Rp 10 juta. "Totalnya 900-an, Yang Mulia," katanya.


Budiyono mengaku bahwa uang tersebut digunakan untuk membeli mobil baru. Akan tetapi mobil itu kini telah dijual untuk pengembalian kerugian.


"Buat beli mobil, waktu itu baru sebulan, sisanya ditabung," jelas di hadapan majelis hakim. (dw/*)