Diduga Proyek pembangunan Lapen di dusun lV Desa Sukasari Terkesan Asal jadi -->

Breaking news

Live
Loading...

Diduga Proyek pembangunan Lapen di dusun lV Desa Sukasari Terkesan Asal jadi

Monday 19 June 2023

dok. pri (19/6) Pengerjaan proyek lapen tersebut dikerjakan dalam waktu 2 hari.


Serdang Bedagai - Diduga ingin meraup untung besar, pembangunan lapen jalan di dusun IV b Desa Sukasari menuju Hutan tua kecamatan Pegajahan,kabupaten Serdang Bedagai,provinsi Sumatera Utara terkesan dikerjakan asal jadi.


Menurut warga sekitar " pengerjaan proyek lapen tersebut dikerjakan dalam waktu 2 hari selesai Bang ?",ujar warga yang enggan namanya disebutkan.


Pada saat awak media ke lokasi terdapat pekerja yang melakukan kegiatan pembangunan proyek lapen dan terlihat pekerja melakukan penyiraman aspal dengan cara manual dijalan tersebut.dan pada saat di lokasi awak media ketemu dengan seorang yang bernama Rusli (tenaga honorer PU) yang mengaku mengawasi proyek lapen tersebut dan menyebut proyek ini Bang Azhari Marpaung yang kerjakan. "


Lanjut pada saat awak media tanya plang kegiatan Rusli menjawab ada Bang,mari ikut, di ambilah pagu tersebut dari dalam rumah salah satu warga,kenapa tidak di pasang?,tanya awak media lalu jawabnya nanti hilang bang " ucapnya,dan ini menjadi pertanyaan awak media pada saat di lokasi karena plang tersebut di simpan ,ada apa dan seharusnya wajib untuk dipasang Pagu anggaran tersebut karena sebagai bentuk transparasi publik sebagaimana diatur dalam Undang Undang no 14 Tahun 2008 Keterbukaan Informasi Publik (KIP) ".


Dan sangat jelas di papan informasi yang di ambil dari salah satu rumah warga di tulis PEMERINTAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI, DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN ANGGARAN 2023,NAMA KEGIATAN: PEMELIHARAAN JALAN UPT DI RUAS JALAN SUKASARI -HUTAN TUA, LOKASI: KEC PEGAJAHAN, VOLUME 147X4,NILAI KONTRAK: RP199.615.100.00-,SUMBER DANA :APBD, KONTRAKTOR :CV KLANG INDAH JAYA. (Sabtu 10/06/2023) Dari hasil pantauan awak media dilapangan terlihat lapen yang dikerjakan tidak sesuai harapan karena hasil aspal yang di siramkan kejalan tersebut sangat lembek bila ditekan dengan jari dan mudah terbongkar bila di cungkil dengan jari,apalagi di pijak maka batu aspal akan mudah terbongkar.(17/06/2023).


"Proses pembangunan lapen di dusun IV Desa Sukasari diduga ada permainan antara kontraktor dan pengawas,kami menduga seperti itu, tidak menuduh ya Bang?, karena proses pengerjaan tidak sesuai harapan, sudah abang lihat sendiri kan jalan yang di pinggir itu amblas di lalui mobil angkutan barang padahal baru di kerjakan seminggu,dugaan kita penyiraman aspal seadanya menjadi sebab utama lapen tidak lengket dan mengikat, dan penyiraman cairan lapisan hanya sesekali lalu di siram dengan pasir, walaupun begitu kita tetap bersyukur dengan adanya perbaikan jalan lapen tersebut,dan kepada kontraktor janganlah mencari keuntungan semata ",terang warga yang enggan di publikasikan. "


Lanjutnya diharapkan Dinas PUPR kabupaten Serdang Bedagai agar memberikan teguran dan sanksi kepada pihak kontraktor dan mengawasi pekerjaan sesuai prosedur supaya benar benar terlaksana sesuai dengan Peraturan dan Undang Undang yang ada".


Ditempat terpisah salah satu warga yang tidak mau di publikasikan namanya mengatakan"hancurnya tepi jalan lapen di depan salah satu depan rumah warga tersebut dikarenakan ada 2 mobil yang berselisih di jalan tersebut satu mobil mengangkut ubi dan satu lagi mobil pribadi yang melintas yang membuat lapen hancur ini di depan mata saya lihat Pak ? , hancur ini hancur ini hancur ini kan hancurkan?, dan harapan warga terhadap jalan tersebut harusnya jalan di bangun bagus dan berkualitas nanti satu minggu aja jebol untuk apa pembangunan sementara karena yang menahankan bukan dia tapi kita" ucapnya.( Senin19/06/2023).


Saat awak media meminta tanggapan terkait hasil pekerjaan jalan lapen tersebut Kadis PUPR kabupaten Serdang Bedagai Johan Sinaga melalui pesan singkat WhatsApp dengan nomor 08533453XXXX masuk ceklis dua dan tidak ada jawaban hingga berita ini terbit. (Btwo)