Kabid Pertamanan Kota Surabaya Ancam Menuntut Wartawan Yang Menulisnya Ada Apa? -->

Breaking news

Live
Loading...

Kabid Pertamanan Kota Surabaya Ancam Menuntut Wartawan Yang Menulisnya Ada Apa?

Tuesday 29 August 2023

dok. istimewa (29/8) Diduga Anggaran Miliaran Rupiah Ketika Dikonfirmasi Kabid Pertamanan Kota Surabaya Ancam Menuntut Wartawan Yang Menulisnya Ada Apa.



Surabaya - Berawal dari aduan masyarakat khususnya beberapa tenaga kontrak di dinas lingkungan hidup kota Surabaya,  terkait peralatan dan kelengkapan mereka untuk kerja  diantaranya: Sarung tangan,Gunting, potong tanaman hias,Sepatu,Helm,itu beli sendiri, walaupun itu tidak ada perintah dari atasannya, akan tetapi kalau tidak ada alat kita bekerja pakai apa,sedangkan seragam cuma dikasih kaos saja, celana tidak ada, 27 Agustus 2023.
  
"Dengan adanya aduan tersebut awak media ini pada tanggal 26//8/23 melakukan klarifikasi kelapangan, ternyata menurut narasumber yang namanya tidak mau disebutkan itu beberapa beberapa titik taman kota Surabaya yang tidak terawat.
     
" Untuk memperoleh berita yang berimbang maka awak media ini konfirmasi ke Kabid Pertamanan kota Surabaya yang biasa dipanggil B. Myrna via WhatsAppnya menyampaikan  bahwa. Pagu anggaran tahun 2023  ini 87 M. Digunakan untuk 1.kegiatan pemeliharaan taman dan jalur hijau di taman pasif dan taman aktif di seluruh wilayah Kota Surabaya yang meliputi penanaman, penyulaman, penyiraman, perantingan. Antara lain pembayaran honorarium untuk tenaga satgas dan pembelian sarana dan prasarana penunjang pemeliharaan.

2. belanja kebutuhan untuk pemeliharaan taman seperti tanaman, peralatan, BBM, sarpras penunjang lainnya (pupuk, obat hama dll)peralatan seperti sapu, gunting dan lain lain dari kami,tapi untuk peralatan sesuai kebutuhan dan tugas satgas yang tau, ka rayon karena tidak semua satgas dibawakan peralatan sndiri-sendiri, untuk sepatu,helm, sarung tangan memang tidak ada anggaran.Siapa satgasnya? sedangkan sapu ada tinggal minta nanti korlapnya yang membagi sesuai kebutuhan,Tidak ada disuruh beli sendiri,seragam memang kaos saja, siapa tau? Ahmad?.
     
" Masih menurut Kabid pertamanan, karena keterbatasan personil maka titik taman di skala RT RW itu memang diserahkan pengawasan, pemeliharaannya di tataran kelurahan agar bisa ikut merawat, perlu diketahui bahwa tidak semua lokasi ada satgas tiap hari.namun semua lokasi dilakukan penyiraman, juga ada patroli yang keliling menyisir dan diagenda perawatan setiap seminggu sekali sesuai kebutuhan.
      
" Kabid pertamanan juga senang Kalau media memang membantu kami, dan bekerjasama yang baik,dikasih info saja mana yang mmbutuhkan perbaikan.meski kami selalu keliling. tapi pasti ada saja yang terlewat.maka kami butuh partisipasi warga .
      "
 Lain dari pada hal tersebut mungkin karena merasa terusik dengan temuan, aduan masyarakat terutama dan beberapa pekerja kontrak, ketika dikombinasikan beberapa hal termasuk dugaan taman yang tidak terawat, padahal anggaran yang begitu besar, saat memberikan tanggapan terkesan ancam mau menuntut wartawan yang menulis berita, karena tidak benar juga bisa fitnah dan pencemaran nama baik dinas, dan menanyakan siapa yang ngasi pemberitaan gak benar,sumber berita harus jelas siapa,saya juga paham kode etik wartawan saudara saya juga di PWI tandasnya , Bersambung (nur/tim,)