Ada Apa? PU Provinsi Bali Disebut Main Mata Dan Layak Untuk Diperiksa -->

Breaking news

Live
Loading...

Ada Apa? PU Provinsi Bali Disebut Main Mata Dan Layak Untuk Diperiksa


Dok. Pri (4/10) Papan Nama Tertulis Pelebaran Jalan Menuju Standar,Dilapangan Hanya Pekerjaan Pedestarian, Diduga PU Provinsi Bali  Main Mata Dan Layak Untuk Diperiksa.

Denpasar - Berawal dari aduan masyarakat terkait pekerjaan drainase dan Pedestarian , di papan nama proyek tertulis Pelebaran menuju standar, ruas jalan Ayani Utara (Denpasar) Nomor kontrak B.29.602.1./6463/BM/PUPRKIM.
nilai kontrak Rp. 37.019.435.000,00 (Tiga puluh tuju miliar sembilan belas juta empat ratus tiga puluh lima ribu rupiah.
waktu pelajaran 210 (Dua ratus sepuluh) hari kalender.
Mulai 11 mei 2023
Yang dikerjakan oleh PT.Sinar tunas karya utama. Konsultan pengawas CV. Gumi Artha Karya KSO PT. Ramu prima persada, 3 Oktober 2023.
    
"Menurut narasumber yang ditemui di lapangan oleh awak media menyampaikan bahwa di jalan Ahmad Yani Utara Denpasar tidak ada pelebaran, akan tetapi cuma pembongkaran Pedestarian yang lama dan diganti dengan yang baru, begitu juga dengan drainasenya, sehingga masyarakat bikin bingung karena dipapan nama tertulis Pelebaran.

     
"Masih menurut narasumber yang sama bahwa pekerjaan pedestarian ini terkesan lamban sehingga menganggu aktivitas masyarakat terutama penguna jalan, karena PT yang mengerjakan terkesan abai terhadap k3.terbukti banyaknya lobang untuk aliran air ke drainase menjualnya tidak terpasang bahkan ada yang jatuh, juga pakai pekerja tidak pakai APD.
      
"Menanggapi aduan tersebut kasi jalan I Nengah putrayasa ketika di temui awak media di ruang kerjanya menjelaskan bahwa dirinya mengucapkan terimakasih atas informasinya yang di sampaikan,selain itu yang berhak menjelaskan harusnya ppknya karena yang bersangkutan belum datang kami coba mewakili, untuk papan nama proyek tertulis Pelebaran jalan menuju standar itu benar, akan didalamnya banyak aitem di antaranya pedestarian, dan kami akan menindaklanjuti apa yang disampaikan masyarakat termasuk awak media tuturnya.
       
Sementara Gerakan masyarakat adil makmur (Gmas) saat di konfirmasi via WhatsAppnya menjelaskan bahwa mereka sangat kecewa dengan hasil penelusuran beberapa awak media terkait aduan masyarakat yang namanya minta dirahasiakan, bawah Gmas akan pelajari serta mau klarifikasi ke lapangan ketika ada kejanggalan dan indikasi penyimpangan kami akan kawal permasalahan ini sampai tuntas, kami juga akan berkirim surat resmi terhadap instansi yang berwenang untuk masalah ini sampai tuntas, kalau ada indikasi pidana tentunya akan kami laporkan ke pihak berwajib tandasnya. Bersambung (had)