Anggota Polisi yang terlibat penangkapan Saipul Jamil di periksa Propam

Breaking news

Live
Loading...

Anggota Polisi yang terlibat penangkapan Saipul Jamil di periksa Propam

Tuesday 9 January 2024

Kapolres Metro Jakbar Kombes M Syahduddi menugaskan Seksi Propam memeriksa anggota Polsek Tambora yang terlibat dalam penangkapan pedangdut Saipul Jamil. (Foto: dok Istimewa, 9/1).


Jakarta - Kapolres Metro Jakbar Kombes M Syahduddi memerintahkan Seksi Propam memeriksa anggota Unit Narkoba Polsek Tambora yang terlibat dalam penangkapan Saipul Jamil dan asistennya. Dia menjamin pemeriksaan oleh Propam berjalan objektif.


"Kami menjamin pemeriksaan Propam terhadap anggota yang terlibat dalam penangkapan tersebut berjalan dengan obyektif dan bisa memberikan rasa keadilan bagi semua pihak," kata Syahduddi dalam keterangannya, Selasa (9/1/2024).


Pemeriksaan oleh Propam dilakukan karena diduga ada pelanggaran dalam prosedur penangkapan asisten Saipul Jamil itu. Dia mengatakan akan memberi sanksi kepada anggota jika nantinya memang terbukti melanggar prosedur.


"Ketika ada indikasi pelanggaran prosedur dalam tindakannya maka pihaknya tidak akan segan-segan memberikan punishment kepada setiap anggota yang melanggar," ucap dia.


Meski begitu, Kombes Syahduddi juga menyampaikan apresiasinya kepada anggota yang menjalankan tugas dalam memberantas narkoba.


"Di satu sisi kita mengapresiasi upaya anggota Unit Narkoba Polsek Tambora dalam melakukan penegakan hukum dan memberantas narkoba di wilayahnya," kata Syahduddi.


Video penangkapan asisten pedangdut Saipul Jamil terkait narkoba viral di media sosial (medsos). Ada sejumlah polisi berpakaian bebas yang memberhentikan mobil yang ditumpangi Saipul Jamil dan asistennya.


Polisi menyatakan awalnya penindakan dilakukan terkait kasus narkoba oleh Steven Arthur Ristiady yang merupakan asisten Saipul Jamil. Namun secara kebetulan ada Saipul Jamil di dalam mobil tersebut.


Pemeriksaan terhadap anggota Polsek Tambora dilakukan karena tindakan pengejaran dan penangkapan pelaku narkoba tersebut diduga ada pelanggaran prosedur penanganan. Pemeriksaan tetap dilakukan meskipun Saipul Jamil menyatakan memahami dan mengapresiasi upaya Polsek Tambora dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.


Saipul Jamil telah dibebaskan polisi setelah polisi memeriksa hingga melakukan uji laboratorium urine dan rambutnya. Polisi menyimpulkan hasil uji laboratorium rambut Saipul Jamil negatif narkoba.


"Tentu dengan mekanisme itu. Tapi kalau kita melihat bukti yang ada ya pasti dikembalikan karena tidak terbukti. Salah satu, melakukan uji lab terhadap rambut itu kan untuk membuktikan," kata Kapolsek Tambora Kompol Donny Agung Harvida saat dimintai konfirmasi, Senin (8/1).


Saipul dibekuk bersama asistennya, Steven Arthur Ristiady, di kawasan Jelambar pada Jumat (5/1). Saipul Jamil mengapresiasi langkah sigap Polres Jakbar dan Polsek Tambora dalam melakukan penangkapan tersebut.


"Hari ini saya ingin memberikan sebuah dukungan kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk tetap selalu memberantas yang namanya narkoba dan saya sangat bangga dengan Polres Jakarta Barat dan juga Polsek Tambora sangat begitu sigap dalam memberantas narkoba walaupun saya tidak terlibat di dalamnya," kata Saipul Jamil kepada wartawan di Polsek Tambora, Sabtu (6/1).


Saipul Jamil mengatakan tak pernah menggunakan narkotika. Dia tak menyangka asistennya positif menggunakan amfetamin dan metamfetamin.


"Paling tidak saya ada pengalaman bahwa begitu sigapnya mereka apabila ada orang yang terindikasi dengan narkoba seperti itu," ujarnya.


Dia mengatakan peristiwa itu membuatnya lebih selektif dalam memilih calon pegawai. Dia mengatakan siap mendukung pihak kepolisian dalam pemberantasan narkoba. (Dw/*)