Pemkab Serang terima hibah tanah senilai Rp 1 miliar dari 2 warga Pamarayan -->

Breaking news

Live
Loading...

Pemkab Serang terima hibah tanah senilai Rp 1 miliar dari 2 warga Pamarayan

Friday 9 February 2024

Dok. Isti (9/2) Dua warga Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, dr. Dadang Acep dan KH Tata Suharta.


Serang - Dua warga Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, dr. Dadang Acep dan KH Tata Suharta perlu menjadi contoh. Keduanya telah mengikhlaskan tanah mereka untuk dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Total tanah yang diserahkan 3.771 meter persegi dengan nilai Rp 1 miliar lebih.

Penyerahan tanah diterima langsung oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di Pendopo Bupati, Selasa (6/2). “Alhamdulillah, kami mengapresiasi dan berterima kasih atas hibah lahan (tanah) yang diberikan Dokter Dadang dan Pak Kiai Haji Tata kepada Pemerintah Kabupaten Serang. Lahan ini akan digunakan akses jalan masuk ke masjid dan fasilitas umum,” kata Tatu kepada wartawan dalam siaran pers Pemkab Serang.

Perinciannya, dr. Dadang Acep menghibahkan tanah seluas 3.186 meter persegi dan KH Tatang Suharta 585 meter persegi. Pada tanah tersebut, diproyeksikan akan dibangun jalan oleh Pemkab Serang menuju fasilitas umum dan masjid agung Pamarayan. 

“Lahan diperuntukkan akses jalan yang akan dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Serang. Akses menuju fasilitas umum yang juga akan dibangun oleh Pemkab Serang, sementara masjid agung akan dibangun oleh pemerintah provinsi,” ungkap Tatu.

Pemerintah Kabupaten Serang memproyeksikan pembangunan fasilitas umum di semua kecamatan. “Karena jalan akses harus dibangun oleh dinas pekerjaan umum. Sementara pemda tidak boleh membangun di lahan yang haknya bukan milik pemda,” ujar Tatu.

KH Tata Suharta mengatakan, tanah yang dihibahkan adalah milik pribadi dirinya dengan dr. Dadang Acep. Hal tersebut keduanya lakukan karena masyarakat ingin ada masjid agung dan fasilitas umum. Sementara menuju lokasi pembangunan diperlukan akses jalan.

“Harapannya masjid agung dan fasilitas umum menjadi sentral kegiatan di Pamarayan. Selama ini kegiatan-kegiatan masyarakat kurang berjalan. Misalnya pramuka susah, olah raga dan event-event gak jalan. Buat agustusan aja ini susah,” ujar Ketua MUI Kecamatan Pamarayan ini. (Dw/*)