Do'a Gundah Gulana -->

Breaking news

Live
Loading...

Do'a Gundah Gulana

Monday 13 May 2024

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyampaikan berbagai peran al-Qur'an secara tegas dan melalui banyak ayat, dok. Ilustrasi ist (13/5/2024).


Jakarta - Ayat-ayat dari kitab suci membawa berbagai kebaikan, petunjuk, dan kebenaran. Al-Qur'an sebagai Rahmat Allah menjadikannya sebagai obat yang membawa ketenangan dan kebahagiaan. Rahmat Allah berupa al-Qur'an tersebut bagi orang beriman sebagai obat, bahkan secara ajaib menjelma penghiburan dari berbagai kegusaran dan perasaan gundah gulana.


Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyampaikan berbagai peran al-Qur'an secara tegas dan melalui banyak ayat menyebut dengan nama lain seperti al-Kitaab (lihat Surat az-Zumar: 1), al-Furqaan (lihat Surat al-Furqan: 1). Secara an sich disebut al-Qur'an melalui beberapa ayat berikut artinya:


"Dan al-Qur'an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap" (al-Israa': 106).


(Yaitu) al-Qur'an dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertawa" (az-Zumar: 28).


Nabi Muhammad Shallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan do'a gundah gulana yaitu al-Qur'an agar pelapang hati, cahaya dada, dan penghapus resah. Berikut penulis lampirkan lafal berdasar Hadits Riwayat Ahmad 1/391 dishahihkan al-Albani dari Kitab Hishn al-Muslim Karya Sa'id bin Ali al-Qahthani, beriring artinya:


"Allahumma inni Abduka, Ibnu Abdika, Ibnu Amatika, nashiyaty di Yadika, maadlin fiya Hukmuka, adlun fiya Qodho'uka, As'alaku bikulli ismi. Huwa laka, sammaita bihi Nafsaka, au Anzaltahu fii Kitaabika, au 'Allamtahu ahadan min kholqika, au I'tartsa bihi fi Ilmi ghoibi Indaka, antaj'alal Qur'aana robii'a Qolby wa nuuro Shodri wa jalaa'a huzni!"


"Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak dari hamba-Mu, ubun-ubunku (nasib-ku) ada di tangan-Mu, telah lalu hukum-Mu atasku, adil ketetapan-Mu atasku, aku mohon kepada-Mu dengan perantara semua nama milik-Mu yang Engkau namakan sendiri, atau Engkau turunkan dalam kitabMu, atau Engkau ajarkan seseorang dari hamba-Mu, atau Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib disisi-Mu. Jadikanlah Al Qur’an sebagai penawar hatiku, cahaya dalam dadaku, penghapus dukaku dan pengusir keluh kesahku."


Sebenarnya ada banyak do'a sebagaimana yang diajarkan Nabi selaku suri teladan terbaik. Namun secara istimewa Nabi Muhammad menyebut al-Qur'an dalam isi do'a khususnya keterkaitannya dengan al-Qur'an sebagai keajaiban ketika mengalami keadaan gundah gulana atau risau.


Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil 

Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera