
Dok. ist (25/5/2026) Sebanyak lima orang dilaporkan meninggal dunia ketika mati listrik di Sumatra karena keracunan karbon monoksida dari genset dan tenggelam di sungai.
Jakarta - Masyarakat di Sumatra didera berbagai masalah akibat listrik padam sejak Jumat (22/05) sampai Minggu (24/05), mulai dari timbulnya korban jiwa hingga bisnis yang merugi, dikutip dari BBC Indonesia.
Sebanyak lima orang dilaporkan meninggal dunia ketika mati listrik di Sumatra karena keracunan karbon monoksida dari genset dan tenggelam di sungai.
Kemudian, sejumlah warga di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengaku rugi secara finansial akibat padamnya listrik.
Direktur Utama PT Perseroan Listrik Negara (PLN), Darmawan Prasodjo, meminta maaf pada masyarakat terkait padamnya listrik di Pulau Sumatra yang berlangsung sejak Jumat (22/05).
"Kami sekali lagi memberikan upaya yang terbaik, mengerahkan seluruh kekuatan yang kami punya dan kami terus siaga agar sistem kelistrikan bisa segera pulih kembali," ujar Darmawan.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Niti Emiliana, menegaskan PLN mesti memikul tanggung jawab penuh untuk melakukan percepatan pemulihan.
Namun, pemulihan saja tidak cukup. YLKI mendesak evaluasi menyeluruh serta penerapan mekanisme mitigasi risiko yang lebih andal, khususnya melalui pembangunan dan optimalisasi sistem yang mumpuni untuk memastikan keandalan distribusi listrik
Secara terpisah, pakar kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyudi Kumorotomo juga menekankan kegagalan sistem yang terjadi berulangkali menunjukkan bahwa monopoli pasokan listrik yang disediakan oleh PLN sudah saatnya ditinjau ulang. (**)