
Dok. ist (15/6/2026) dr Christy Efiyanti, SpPD, mengatakan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa golongan darah tertentu secara pasti lebih berisiko mengalami kolesterol tinggi.
Jakarta - Anggapan pemilik golongan darah O lebih rentan mengalami kolesterol tinggi masih sering beredar di masyarakat. Tak sedikit yang percaya golongan darah tertentu bisa memengaruhi risiko berbagai penyakit, termasuk kolesterol tinggi.
Lalu, benarkah golongan darah O lebih mudah mengalami lonjakan kolesterol dibanding golongan darah lainnya, dilansir dari Detikcom.
Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Christy Efiyanti, SpPD, mengatakan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa golongan darah tertentu secara pasti lebih berisiko mengalami kolesterol tinggi.
"Beberapa penelitian memang menemukan adanya kadar kolesterol yang lebih tinggi pada individu bergolongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya. Namun, adapula penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah ABO dengan kadar kolesterol darah," ujarnya.
Menurut dr Christy, hasil penelitian yang masih beragam membuat hubungan antara golongan darah dan kadar kolesterol belum bisa dijadikan patokan dalam menilai risiko seseorang terkena kolesterol tinggi.
Dibanding golongan darah, faktor yang paling berperan terhadap tingginya kadar kolesterol justru berasal dari gaya hidup sehari-hari.
Pola makan tinggi lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, obesitas, kebiasaan merokok, hingga konsumsi alkohol berlebihan diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
Selain itu, sejumlah penyakit tertentu juga dapat memicu kolesterol tinggi, seperti diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, hingga gangguan kelenjar tiroid.
Tak hanya itu, faktor keturunan juga memiliki peran penting. Salah satunya adalah kondisi familial hypercholesterolemia, yakni kelainan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol tinggi sejak usia muda.
"Usia dan jenis kelamin juga dapat memengaruhi kadar kolesterol seseorang," jelas dr Christy.
Karena belum ada bukti yang konsisten mengenai kaitan golongan darah dengan kolesterol tinggi, dr Christy mengingatkan masyarakat agar lebih fokus menerapkan pola hidup sehat dibanding mengkhawatirkan golongan darah yang dimiliki.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan makanan olahan yang mengandung lemak jenuh, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan tetap ideal.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh sejak dini.
"Rutin melakukan medical check up agar dapat mendeteksi dini bila ada masalah kesehatan dan memperoleh penanganan sejak dini sebelum terlambat dan sulit diobati," tutupnya. (**)