
Dok. ist (8/6/2026) Hanya segelintir negara yang memiliki teknologi, sumber daya manusia, dan ekosistem industri yang mampu merancang sekaligus memproduksi pesawat tempur modern tanpa bergantung sepenuhnya pada negara lain.
Jakarta - Kemampuan memproduksi jet tempur secara mandiri menjadi salah satu indikator kemajuan industri pertahanan sebuah negara. Hingga kini, hanya segelintir negara yang memiliki teknologi, sumber daya manusia, dan ekosistem industri yang mampu merancang sekaligus memproduksi pesawat tempur modern tanpa bergantung sepenuhnya pada negara lain, dilansir dari Sindonews.
Jet tempur merupakan alutsista berteknologi tinggi yang membutuhkan penguasaan berbagai bidang, mulai dari aeronautika, sistem avionik, radar, hingga mesin jet. Tak heran jika hanya beberapa negara yang berhasil mengembangkan dan memproduksi pesawat tempurnya sendiri dalam jumlah besar.
1. Amerika Serikat Amerika Serikat menjadi salah satu negara dengan industri pesawat tempur paling maju di dunia. Negeri Paman Sam telah melahirkan berbagai jet tempur legendaris yang digunakan tidak hanya oleh militernya sendiri, tetapi juga oleh banyak negara sekutu.
Beberapa pesawat tempur buatan Amerika Serikat antara lain F-16 Fighting Falcon, F-15 Eagle, F/A-18 Super Hornet, hingga F-35 Lightning II. Program F-35 menjadi tulang punggung produksi pesawat tempur AS saat ini.
Dengan dukungan industri pertahanan raksasa seperti lockheedmartin, Amerika Serikat mampu memproduksi sekitar 110 hingga 190 jet tempur per tahun, menjadikannya salah satu produsen terbesar di dunia.
2. China Dalam dua dekade terakhir, China menunjukkan perkembangan luar biasa di sektor industri pertahanan. Negara ini berhasil membangun kemampuan produksi pesawat tempur modern dalam jumlah besar.
Beberapa jet tempur andalannya meliputi Chengdu J-20, J-10, dan Shenyang J-16. Berkat ekspansi industri penerbangan militer yang masif, China diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 200 hingga 300 jet tempur per tahun, menjadikannya salah satu negara dengan kapasitas produksi tertinggi saat ini.
3. Rusia Rusia memiliki tradisi panjang dalam pengembangan pesawat militer sejak era Uni Soviet. Berbagai desain pesawat tempur terkenal lahir dari biro desain Sukhoi dan Mikoyan yang masih menjadi andalan hingga sekarang.
Jet tempur andalan Rusia meliputi Su-35, Su-57, dan MiG-29. Meski kapasitas produksinya tidak sebesar Amerika Serikat maupun China, Rusia tetap mampu memproduksi sekitar 20 hingga 30 jet tempur per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor.
4. Prancis Prancis menjadi salah satu negara Eropa yang masih mampu merancang dan memproduksi jet tempur secara independen. Keberhasilan tersebut didukung industri pertahanan nasional yang kuat dan berorientasi ekspor.
Pesawat tempur andalan Prancis adalah Dassault Rafale yang telah digunakan sejumlah negara seperti India, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.
Untuk memenuhi pesanan yang terus meningkat, lini produksi Rafale saat ini mampu menghasilkan sekitar 24 hingga 36 unit per tahun, menjadikan Prancis salah satu pemain penting di pasar ekspor jet tempur dunia.
5. Korea Selatan Korea Selatan menjadi pendatang baru dalam kelompok negara pembuat jet tempur modern. Melalui pengembangan KF-21 Boramae, Seoul menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan pesawat tempur canggih secara mandiri.
Program KF-21 yang melibatkan kerja sama dengan Indonesia menjadi salah satu proyek pertahanan terbesar Korea Selatan dalam beberapa dekade terakhir.
Memasuki fase produksi massal, Korea Selatan diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 40 jet tempur per tahun, dengan kapasitas yang berpotensi meningkat seiring bertambahnya pesanan domestik maupun ekspor.
(**)