Amerika Tidak Terima Disamakan Dengan Korut, Sebut Pencitraan Paris -->

Menu Atas

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

 ==================================== 

Breaking news

Line News
Loading...

Amerika Tidak Terima Disamakan Dengan Korut, Sebut Pencitraan Paris

By: Tim editor MI
Tuesday, 28 July 2026

Dok. ist (28/7/2026) Aksi walkout dari Dewan Keamanan, badan pembuat keputusan tertinggi PBB di mana Prancis dan Amerika Serikat adalah anggota tetap yang memiliki hak veto.


Jakarta - Perwakilan Amerika Serikat (AS) meninggalkan pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB pada hari Senin sebagai protes marah terhadap Prancis. Washington tak terima setelah Paris menyamakan Amerika dengan Korea Utara (Korut) dan negara-negara otoriter lainnya terkait pemungutan suara tentang hak asasi manusia (HAM).


Dan Negrea, pejabat senior dan perwakilan alternatif AS untuk Majelis Umum PBB, mengecam apa yang disebutnya sebagai "pencitraan yang tidak tulus" oleh Paris, dilansir dari Sindonews.


"Ada seorang anggota dewan ini yang akan berpura-pura marah secara moral dan berpura-pura menggurui kita semua tentang setiap topik, baik itu tentang konflik yang sedang kita bahas lagi hari ini, atau bahkan hal-hal yang tidak terkait dengan perdamaian dan keamanan internasional, seperti hak asasi manusia,” kata Negrea.


“Itulah mengapa kami keluar ruangan selama intervensi Prancis," lanjut dia, mengacu pada aksi walkout AS pada pertemuan DK PBB yang berfokus pada perang di Ukraina.


Aksi walkout dari Dewan Keamanan, badan pembuat keputusan tertinggi PBB di mana Prancis dan Amerika Serikat adalah anggota tetap yang memiliki hak veto, sangat jarang terjadi. 


Pada hari Jumat, Amerika Serikat adalah salah satu dari 10 negara yang memberikan suara di Majelis Umum PBB menentang perpanjangan masa jabatan Volker Turk sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, bergabung dengan Korea Utara, Rusia, dan Nikaragua, di antara negara-negara lainnya.


“AS dulunya merupakan mercusuar hak asasi manusia. Tidak lagi,” demikian pernyataan perwakilan Prancis untuk PBB di Jenewa dalam bahasa Inggris setelah pemungutan suara hari Jumat.


“Saat ini, Amerika Serikat berdiri bersama Korea Utara, Nikaragua, Mali, dan Rusia, terisolasi. Dan dunia tidak lagi mendengarkannya," lanjut pernyataan tersebut.


Dalam pernyataannya pada hari Senin, Negrea mengatakan: “Saya mengingatkan mereka bahwa Amerika Serikat-lah yang tetap menjadi mercusuar kebebasan bagi dunia. Karena itu, kami tidak akan memberi mereka kesempatan untuk mendengarkan omong kosong mereka yang dipolitisasi.”


Duta Besar Prancis Jerome Bonnafont menanggapi aksi boikot AS, dengan mengatakan: “Tahun ini kita merayakan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat. Dan semua orang tahu peran yang dimainkan Prancis dalam hal itu.”


"Prancis bekerja di PBB, baik di Dewan Keamanan maupun Majelis Umum, untuk melestarikan lembaga ini, kemerdekaannya, dan kemampuannya untuk bertindak demi kepentingan piagam, demi kepentingan HAM, dan demi perdamaian," imbuh dia, seperti dikutip dari AFP, Selasa (28/7/2026).

(***)