Pemprov Jabar Akan Tanggung Biaya Pelatihan Buruh Migran Sebelum Di Berangkatkan Ke Luar Negeri -->

Menu Atas

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

 ==================================== 

Breaking news

Live News
Loading...

Pemprov Jabar Akan Tanggung Biaya Pelatihan Buruh Migran Sebelum Di Berangkatkan Ke Luar Negeri

Friday, 24 July 2026

Dok. ist (24/7/2026) Gubernur Jaw Barat Dedi Mulyadi: Biayanya akan disiapkan oleh Pemerintah Jawa Barat. Biar nanti tidak lagi mereka harus jual kebun, jual sawah, demi pergi ke luar negeri.


Bogor - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung biaya pelatihan bagi calon pekerja migran sebelum diberangkatkan ke luar negeri. 


Kebijakan itu diharapkan menghapus beban biaya yang selama ini kerap membuat warga harus menjual kebun atau sawah demi memperoleh pekerjaan di luar negeri.


"Biayanya akan disiapkan oleh Pemerintah Jawa Barat. Biar nanti tidak lagi mereka harus jual kebun, jual sawah, demi pergi ke luar negeri," tegas Dedi.


Komitmen tersebut disampaikan Dedi saat meninjau balai pelatihan calon pekerja migran yang akan diberangkatkan ke Taiwan di Gadog, Kabupaten Bogor, Selasa (21/7/2026).


Menurut Dedi, pemerintah daerah akan menyiapkan pelatihan untuk membekali calon pekerja migran dengan keterampilan yang sesuai sekaligus memastikan mereka berangkat melalui jalur resmi sehingga memperoleh perlindungan yang lebih baik selama bekerja di luar negeri.


Dedi menambahkan, balai pelatihan calon pekerja migran tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan atau akhir September 2026.


Dalam kunjungannya, Dedi mendapat penjelasan bahwa durasi pelatihan bervariasi, mulai dari satu hingga enam bulan, bergantung pada jenis pekerjaan yang akan dijalani. Selain pelatihan keterampilan, peserta juga akan mendapatkan pembelajaran bahasa Mandarin sebagai bekal bekerja di Taiwan.


"Nanti anak-anak yang memiliki minat untuk bekerja di luar negeri agar bekerjanya memiliki sertifikat pendidikan yang cukup terlindungi dari sisi undang-undang ketenagakerjaan," katanya.


Pemprov Jawa Barat juga menargetkan mengirim ratusan calon pekerja migran setiap bulan untuk mengikuti pelatihan tersebut. Dengan target itu, jumlah peserta yang mendapatkan pelatihan diproyeksikan mencapai ribuan orang setiap tahun. (***)