Ditanya Dikemanakan Uang Sewa Molen Irigasi Bon Seket, Kabid TSP Lumajang Mendadak Alergi Ponsel? -->

Menu Atas

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

 ==================================== 

Breaking news

Line News
Loading...

Ditanya Dikemanakan Uang Sewa Molen Irigasi Bon Seket, Kabid TSP Lumajang Mendadak Alergi Ponsel?

Nurhadi
Monday, 3 August 2026

Dok.nur (3/8/2026) Tak hanya mengabaikan pesan tertulis, pejabat yang bersangkutan juga menolak panggilan telepon seluler yang ditujukan kepadanya secara berturut-turut.

Lumajang - Dugaan gagal mutu dan manipulasi anggaran pada proyek pembangunan jaringan irigasi Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Bandung di Dusun Bon Seket, Desa Sumbermujur, kian bergulir panas. Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP/TSP) Dinas Pertanian Lumajang mendadak bungkam dan menghindari konfirmasi saat dicecar pertanyaan substantif terkait penggunaan anggaran negara oleh awak media (3/8/2026).

Sebelumnya, pihak dinas sempat melontarkan pernyataan bahwa proyek swakelola yang dikerjakan oleh Kelompok Tani (Poktan) Sri Rejeki tersebut berjalan tanpa manipulasi anggaran. Namun, pertahanan itu runtuh saat media menyodorkan sejumlah pertanyaan kritis mengenai teknis dan anggaran riil di lapangan.



Saat dikonfirmasi ulang melalui pesan instan WhatsApp mengenai dikemanakan alokasi anggaran sewa mesin molen yang diduga fiktif karena pengerjaan dilakukan manual, serta bagaimana pertanggungjawaban fisik pasangan batu yang hanya sedalam 60 centimeter, Kabid terkait memilih tidak merespons. Padahal, pesan konfirmasi tersebut terpantau masuk dan berstatus centang dua. Tak hanya mengabaikan pesan tertulis, pejabat yang bersangkutan juga menolak panggilan telepon seluler yang ditujukan kepadanya secara berturut-turut.



Sikap memutus kontak dan menghindari kejaran jurnalis ini berbanding terbalik dengan tuntutan transparansi publik. Upaya bungkamnya pihak dinas justru memperkuat kecurigaan warga di lapangan bahwa ada hal yang sengaja disembunyikan dalam proyek irigasi tersebut.Sementara itu, berkas pelaporan utama berupa rekaman video pembuktian saat pekerja mengukur fisik pasangan batu sedalam 60 centimeter beserta visual para pekerja yang tidak difasilitasi Alat Pelindung Diri (APD) keselamatan kabarnya telah dikirimkan secara resmi kepada Inspektorat Daerah Kabupaten Lumajang. 

Masyarakat kini mendesak Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk segera turun melakukan audit investigasi total ke Dusun Bon Seket guna menyelamatkan kerugian uang negara. Bersambung (nr)