Karhutla TNBTS di Lumajang Padam, Polsek Senduro Tetap Siaga Pantau Titik Api -->

Menu Atas

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

 ==================================== 

Breaking news

Line News
Loading...

Karhutla TNBTS di Lumajang Padam, Polsek Senduro Tetap Siaga Pantau Titik Api

Nurhadi
Friday, 14 August 2026



LUMAJANG – Polsek Senduro melaksanakan monitoring kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kerja kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Resort Ranupani, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026).

Monitoring dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai untuk memastikan kondisi kawasan pascakebakaran. Hasil pemantauan dari Desa Ranupani menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Lumajang sudah padam.

“Untuk wilayah Kabupaten Lumajang, berdasarkan hasil monitoring sudah tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan atau sudah padam,” kata Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso, Kamis.

Meski api di wilayah Lumajang telah padam, kebakaran masih terjadi di wilayah kabupaten lain, yakni Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan.

Untuk membantu proses pemadaman, tiga unit helikopter dikerahkan dalam operasi water bombing. Dua helikopter merupakan dukungan dari BNPB Pusat, sedangkan satu lainnya milik BPBD Provinsi Jawa Timur.

Helikopter pertama jenis Super Puma PK-DAN milik BNPB memiliki kapasitas membawa air hingga 4.000 liter. Helikopter tersebut melakukan water bombing sebanyak sembilan kali.

Sementara dua helikopter jenis HS 350, masing-masing berkapasitas 1.000 liter, melaksanakan water bombing sebanyak 13 kali. Satu unit merupakan milik BNPB Pusat dan satu lainnya milik BPBD Provinsi Jawa Timur.

Pengambilan air untuk kebutuhan water bombing dilakukan di dua lokasi, yakni Ranu Pani dan Ranu Regulo.

“Proses pemadaman pada Kamis sekitar pukul 13.00 WIB selesai. Selanjutnya tiga helikopter kembali ke pangkalan Lanud Abdulrachman Saleh, Malang,” ujar Wahono.

Meski pemadaman telah dilakukan, petugas masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Rencananya, kegiatan water bombing akan kembali dilanjutkan pada Jumat (14/8/2026) pagi dengan menggunakan tiga helikopter yang sama.

Hingga saat ini, penyebab maupun sumber api yang memicu kebakaran hutan dan lahan tersebut belum teridentifikasi.

Polsek Senduro bersama pihak terkait juga terus melakukan monitoring di kawasan TNBTS Resort Ranupani guna memastikan kondisi tetap aman dan tidak terjadi penyebaran api kembali ke wilayah Kabupaten Lumajang.(Nr)