Israel Dapat Tekanan, Inggris Tidak Akan Diam Keluarga Palestina Yang Tidak Bersalah Terbunuh Di Gaza -->

Menu Atas

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

Breaking news

Line News
Loading...

Israel Dapat Tekanan, Inggris Tidak Akan Diam Keluarga Palestina Yang Tidak Bersalah Terbunuh Di Gaza

Akang Edane
Thursday, 17 September 2026

Dok. ist (17/9/2026) Menteri Negara Pertama Inggris Louise Haigh: Kami tidak akan lagi tinggal diam ketika keluarga Palestina yang tidak bersalah tercerai-berai, ketika anak-anak yang tidak bersalah terbunuh di Gaza, dan ketika harapan untuk Solusi Dua Negara menghilang di depan mata kita.


Jakarta - Pemerintah Inggris berjanji untuk tak lagi diam dalam menyikapi isu Palestina serta bertekad meningkatkan tekanan terhadap Israel terkait situasi di Gaza dan Tepi Barat, dilansir dari Metrotvnews (17/9/2026).


Menurut Menteri Negara Pertama Inggris Louise Haigh, London merespons "terlalu lambat" atas perkembangan di wilayah Palestina.


Pernyataan tersebut disampaikan Haigh dalam konferensi Trades Union Congress (TUC) di Brighton, Inggris pada Selasa, 15 September 2026.


"Ketika datang waktu untuk mengingatkan kepada dunia mengenai siapa sebenarnya kita, kita justru ragu-ragu," kata Haigh dalam pidatonya, dilansir dari Yeni Safak.


"Kami tidak akan lagi tinggal diam ketika keluarga Palestina yang tidak bersalah tercerai-berai, ketika anak-anak yang tidak bersalah terbunuh di Gaza, dan ketika harapan untuk Solusi Dua Negara menghilang di depan mata kita," ujarnya.


Haigh mengatakan perubahan pendekatan pemerintah Inggris akan mencakup peningkatan tekanan terhadap pemerintah Israel. Ia juga mengatakan London akan mengambil sikap terhadap apa yang disebutnya ketidakadilan guna mempertahankan peluang perdamaian di Timur Tengah.


Pernyataan Haigh sejalan dengan penilaian Perdana Menteri Inggris Andy Burnham bahwa pemerintah Inggris sebelumnya terlalu lambat merespons situasi di Gaza dan Tepi Barat.


Sanksi terhadap Permukiman Israel

Haigh juga menyoroti sanksi yang diumumkan Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband pada pekan sebelumnya.


Menurut Haigh, langkah tersebut menandai perubahan pendekatan pemerintah Inggris terhadap konflik Israel-Palestina. Kebijakan itu mencakup larangan impor dari permukiman Israel yang dianggap ilegal serta sanksi terhadap perusahaan dan individu yang memfasilitasi perluasan permukiman.


Pemerintah Inggris juga menjatuhkan sanksi tambahan terhadap sejumlah pemukim Israel yang dituduh mendukung atau menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.


"Kami secara sengaja menargetkan permukiman ilegal, meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Israel, dan membantu menjaga harapan perdamaian di Timur Tengah," tutur Haigh.


"Kami akan berdiri melawan ketidakadilan. Kami akan berdiri untuk perdamaian," tegasnya.


Kebijakan Inggris tersebut merupakan bagian dari langkah yang lebih luas terhadap aktivitas permukiman Israel di Tepi Barat. Pemerintah Inggris sebelumnya juga menyatakan bahwa sanksi diarahkan terhadap permukiman dan jaringan yang mendukung perluasannya, bukan terhadap Israel secara keseluruhan.


London juga menyatakan dukungannya terhadap Solusi Dua Negara serta proses politik yang dapat menghasilkan perdamaian dan keamanan bagi Israel dan Palestina. (***)