Jepang Kerahkan Sekitar 300 Personel Dan Tiga Helikopter CH-47 Chinook Ke Indonesia -->

Menu Atas

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

Breaking news

Line News
Loading...

Jepang Kerahkan Sekitar 300 Personel Dan Tiga Helikopter CH-47 Chinook Ke Indonesia

Akang Edane
Wednesday, 16 September 2026

Dok. ist (16/9/2026) Pengerahan pasukan Jepang ini merupakan bagian dari tim bantuan darurat internasional yang dikirim atas permintaan pemerintah Indonesia. 


Kalbar - Pemerintah Jepang mengerahkan sekitar 300 personel dan tiga helikopter CH-47 Chinook ke Indonesia untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi salah satu wilayah operasi bantuan tersebut, dilansir dari Detikcom (16/9/2026).


Pengerahan pasukan Jepang ini merupakan bagian dari tim bantuan darurat internasional yang dikirim atas permintaan pemerintah Indonesia. Pasukan dan peralatan pendukung telah dibawa ke Indonesia untuk menjalankan misi penanganan karhutla, termasuk pemadaman dari udara.


Staff Public Affairs Letkol Koga Takeshi mengatakan keputusan Jepang mengirim bantuan dilakukan setelah menerima permintaan dari pemerintah Indonesia. Kondisi karhutla di Indonesia dinilai lebih serius dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


"Pemerintah Jepang mempertimbangkan aspek kemanusiaan serta hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Indonesia sebagai mitra strategis komprehensif," kata Koga saat ditemui di Kijing International Port, Kabupaten Mempawah, Selasa (15/9/2026).


Koga mengatakan Kalbar menjadi salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai lokasi operasi karena skala kebakarannya cukup besar. Penentuan wilayah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Pertahanan RI.


"Karena skala kebakaran di Kalimantan Barat cukup besar, melalui koordinasi dengan Kementerian Pertahanan Indonesia, kami memutuskan untuk melaksanakan kegiatan di wilayah ini," ujarnya.


Dalam misi tersebut, sekitar 300 personel Jepang dikerahkan bersama tiga helikopter CH-47 Chinook. Mereka memiliki pengalaman menangani kebakaran hutan, termasuk melakukan pemadaman melalui udara.


"Kami melaksanakan kegiatan pemadaman kebakaran dari udara menggunakan tiga unit helikopter Chinook CH-47," katanya.


Meski pasukan dan armada telah dikerahkan, operasi pemadaman udara belum bisa dilakukan secara optimal setiap saat. Asap karhutla di Kalbar menjadi kendala karena mengganggu jarak pandang dan keselamatan penerbangan.


"Karena menggunakan helikopter, jarak pandang yang buruk akibat asap menjadi salah satu masalah utamanya," kata Koga.


Karena itu, pasukan Jepang akan melaksanakan pemadaman ketika kondisi di lapangan memungkinkan. Faktor keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan sebelum helikopter diterbangkan ke lokasi kebakaran.


"Selain masalah jarak pandang, kami akan segera melaksanakan pemadaman kebakaran," ujarnya. (***)