Kebijakan Israel Melanggar Hukum International, Akan Menghancurkan Solusi Dua Negara -->

Menu Atas

✕

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

Breaking news

Line News
Loading...

Kebijakan Israel Melanggar Hukum International, Akan Menghancurkan Solusi Dua Negara

Akang Edane
Friday, 25 September 2026

Dok. ist (25/9/2026) Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan pernyataan dalam pidato virtual (video conference) di Sidang Majelis Umum PBB.


Jakarta - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan kebijakan Israel melampaui upaya solusi dua negara dan mengancam kehidupan serta eksistensi rakyat Palestina, dilansir dari CNN Indonesia (25/9/2026).


Abbas menyampaikan pernyataan dalam pidato virtual (video conference) di Sidang Majelis Umum PBB, Kamis (29/9). Abbas tak bisa hadir langsung ke Markas PBB karena Amerika Serikat menolak pengajuan visanya.


"Kami sudah lama memperingatkan ke komunitas internasional melalui Sidang Majelis Umum dan melalui Dewan Keamanan bahwa kebijakan Israel melanggar hukum international, akan menghancurkan solusi dua negara," kata Abbas.


Abbas mengatakan saat ini Palestina tengah mewanti-wanti bahaya yang jauh lebih besar di masa mendatang, yang memerlukan tindakan internasional untuk mengatasinya. Bahaya tersebut, kata dia, tak lagi sebatas melemahkan solusi sua negara dan menghalangi realisasi Palestina jadi negara merdeka.


"Situasi ini kini mengancam kelangsungan hidup dan eksistensi bangsa Palestina di tanah air mereka sendiri," ujar Abbas.


Dia lantas mencontohkan apa yang terjadi di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Rentetan kejadian di sana adalah skema "kolonial jahat" yang mempersulit kehidupan warga Palestina.


"Kami memperingatkan Anda hari ini: jangan biarkan Nakba lain terjadi. Jangan biarkan pembantaian massal seperti yang terjadi pada 1948 terulang kembali," ungkap Abbas.


Nakba merujuk ke peristiwa pengusiran massal dan pembersihan etnis warga Palestina selama perang 1948, seiring dengan berdirinya Israel.


Wanti-wanti Next Nakba ini sebelumnya sudah menguar sejak Israel meluncurkan agresi ke Palestina pada Oktober 2023. Imbas operasi itu, lebih dari 75.000 warga di Palestina tewas, ratusan ribu rumah dan fasilitas sipil hancur, serta jutaan orang terpaksa mengungsi. (**)