Proyek Dinas PUTR Lumajang Dinilai Kurang Transparan, Papan Nama Tanpa Ruas Jalan dan Kualitas Talud Dipertanyakan -->

Menu Atas

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

Breaking news

Line News
Loading...

Proyek Dinas PUTR Lumajang Dinilai Kurang Transparan, Papan Nama Tanpa Ruas Jalan dan Kualitas Talud Dipertanyakan

Nurhadi
Wednesday, 23 September 2026

Dok. Nr (23/9/2026) Berdasarkan pantauan awak media pada papan informasi, kolom lokasi hanya tertulis "Kecamatan Sumbersuko" .

Lumajang - Proyek rekonstruksi jalan dan pembangunan talud di wilayah Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, menuai sorotan. Selain masalah teknis pengerjaan di lapangan, proyek ini juga dinilai kurang transparan karena papan nama proyek yang dipasang di lokasi tidak mencantumkan nama ruas jalan secara spesifik.

Berdasarkan pantauan awak media pada papan informasi, kolom lokasi hanya tertulis "Kecamatan Sumbersuko" tanpa merinci detail ruas jalan yang sedang dikerjakan. Ketiadaan informasi spesifik ini dinilai menyulitkan masyarakat dalam memantau dan melakukan kontrol sosial terhadap pemanfaatan anggaran daerah.

Hal tersebut diperparah dengan dugaan lemahnya kendali mutu (quality control) pengerjaan fisik di lapangan. Kontraktor pelaksana CV. Lentera Alam kedapatan melakukan pengadukan material tanpa menggunakan kotak takaran semen dan pasir. 

Seluruh bahan baku langsung dimasukkan ke dalam mesin pengaduk (molen) hanya berdasarkan perkiraan pekerja di lokasi.
Padahal, fungsi utama talud sangat krusial untuk memperkuat dan menjaga kestabilan struktur jalan raya dari risiko erosi maupun kelongsoran. Komposisi campuran yang tidak terukur dengan presisi dikhawatirkan membuat struktur penahan jalan menjadi rapuh dan cepat rusak saat menahan beban kendaraan yang melintas.

Proyek di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lumajang ini menelan biaya sebesar Rp 148.335.166,00 dengan jangka waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Sangat disayangkan, meski didampingi oleh CV. A2R Consultant sebagai konsultan pengawas, kelalaian administratif pada papan nama proyek dan kelemahan teknis lapangan ini terkesan luput dari evaluasi.

Demi mendapatkan pemberitaan yang berimbang (cover both sides), awak media telah berupaya melakukan konfirmasi via pesan singkat WhatsApp kepada Humas Dinas PUTR Kabupaten Lumajang. Namun, hingga rilis berita ini diterbitkan dan naik ke meja redaksi, pihak Humas belum memberikan tanggapan atau jawaban resmi terkait permasalahan proyek tersebut. (Nr/Tim)