Dok. Nr (19/9/2026) Salah satu kelas yang paling dinantikan oleh masyarakat dan para peternak adalah Kategori Ekstrem.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Lumajang, drh. Endra Novianto, mengonfirmasi bahwa target partisipan dalam kontes kali ini mencapai ratusan ekor ternak terbaik.
"Target kami tahun ini adalah 105 ekor sapi, 300 ekor kambing, dan 150 ekor domba dari berbagai wilayah," ujarnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Jumat (17/9/2026).
5 Kategori Bergengsi dan Aturan Ketat Anti-Glonggong Kontes tahun ini akan memperlombakan 5 kategori utama. Salah satu kelas yang paling dinantikan oleh masyarakat dan para peternak adalah Kategori Ekstrem, yang penilaian utamanya menitik beratkan pada berat badan atau bobot murni hewan ternak.Demi menjaga integritas kompetisi dan kesejahteraan hewan (animal welfare), panitia menerapkan aturan diskualifikasi yang sangat ketat pada kelas ini. Pihak dinas menegaskan bahwa seluruh ternak yang terbukti diconthang (glonggong atau diisi air dan pakan secara paksa untuk memanipulasi berat badan) akan langsung didiskualifikasi di tempat.
"Tidak ada kompromi untuk praktik conthang. Jika panitia atau juri menemukan indikasi tersebut, hewan ternak langsung kami gugurkan (disk). Kami ingin kontes ini melahirkan juara yang fair, sehat, dan berkualitas murni," tegas drh. Endra Novianto.
Dorong Ekonomi Daerah dan Kualitas Genetik TernakSelain menjadi arena adu gengsi antar-peternak dengan hadiah melimpah, event ini juga menjadi wadah strategis untuk mendongkrak perekonomian daerah. Di lokasi acara KWT, masyarakat juga bisa menikmati festival kuliner olahan daging dan susu serta pameran hasil pertanian lokal.(Nr)
