
Dok. ist (5/10/2026) Tugas terakhir Agus Gumiwang sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) adalah mengikuti Pertemuan Tingkat Menteri Global Forum on Steel Excess Capacity (GFSEC) 2026, Amerika Serikat.
Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kertasasmita dipecat Presiden RI Prabowo Subianto saat masih menjalankan tugas di Amerika Serikat (AS), dilansir dari Tribunnews (5/10/2026).
Tugas terakhir Agus Gumiwang sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) adalah mengikuti Pertemuan Tingkat Menteri Global Forum on Steel Excess Capacity (GFSEC) 2026, Amerika Serikat.
Hal itu diketahui dari unggahan terakhir Agus Gumiwang di hari yang sama saat pelantikan Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian RI di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Diketahui Sarmuji resmi menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita pada Kamis siang.
Pada saat Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian di Istana Negara, Jakarta, Agus Gumiwang masih sedang bertugas dalam Pertemuan Tingkat Menteri Global Forum on Steel Excess Capacity (GFSEC) 2026, Amerika Serikat.
Pada kesempatan itu, Agus juga berkesempatan bertemu dengan United States Trade Representative (USTR) untuk berdiskusi mengenai penguatan kerja sama perdagangan dan industri Indonesia-AS.
Di akun instagramnya, Agus Gumiwang menjelaskan pihaknya berkesempatan bertemu dengan United States Trade Representative (USTR), Ambassador Jamieson Greer.
Mereka berdiskusi mengenai penguatan kerja sama perdagangan dan industri Indonesia–Amerika Serikat, termasuk pentingnya kolaborasi yang semakin erat untuk mendukung industri yang tangguh dan berdaya saing.
Pun di sela acara tersebut, Agus Gumiwang bertemu dengan Menteri Perdagangan Republik Korea, Park Jung-sung untuk pertama kalinya.
Korea Selatan dan Indonesia berpandangan adanya kerjasama sektor manufaktur serta memperkuat industri kedua negara,
Bahkan Menteri Perdagangan Korea Selatan disebut turut mengundang Agus Gumiwang untuk ke Korea Selatan melanjutkan pembahasan kerjasama penguatan di bidang industri.
“Kami bertukar pandangan mengenai perkembangan sektor manufaktur di kedua negara serta peluang memperkuat kerja sama perdagangan dan industri Indonesia–Republik Korea. Menteri Park turut mengundang saya untuk berkunjung ke Korea guna melanjutkan pembahasan tersebut,” tulis Agus Gumiwang.
Agus Gumiwang berharap rangkaian pertemuan ini membuka semakin banyak peluang kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi semua pihak, sekaligus memperkuat ekosistem manufaktur Indonesia dan daya saing industri nasional.
Sementara itu usai pelantikan, pengganti Agus Gumiwang Sarmuji mengaku baru mengetahui kabar kepastian dirinya menjadi Menteri Perindustrian pada Kamis pagi.
Ia menilai tugas barunya cukup berat karena masih banyak persoalan di sektor industri yang perlu diselesaikan secara bertahap.
”Sektor industri harus menjadi leverage atau daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, problem-problemnya harus kita cari dan benahi satu per satu,” kata Sarmuji. (**)
