Berita Terbaru Keracunan MBG di Kota Bogor Sebanyak 113 Siswa SMPN 2 Cisarua Telah Dipulangkan -->

Menu Atas

✕

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

Breaking news

News Line
Loading...

Berita Terbaru Keracunan MBG di Kota Bogor Sebanyak 113 Siswa SMPN 2 Cisarua Telah Dipulangkan

Akang Edane
Friday, 23 October 2026

Dok. ist (23/10/2026) Tersisa satu siswa yang masih harus menjalani perawatan dan penanganan medis lebih lanjut di ruang perawatan.


Bogor - Sebanyak 113 siswa SMP Negeri 2 Cisarua yang sempat menjalani perawatan intensif akibat dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dipulangkan dari Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo, Kamis (22/10).


Para siswa yang sempat mengeluhkan keluhan fisik berupa rasa lemas, pusing, serta mual usai mengonsumsi santapan program MBG pada Rabu (21/10/2026) kini berangsur pulih, dilansir dari Tribunnews (23/10).


Salah satu siswa terdampak, Tomas Ramdan (15), mengonfirmasi bahwa kondisi tubuhnya telah membaik pascamenjalani perawatan medis.


Tomas menceritakan, saat kejadian dirinya mengalami gejala perut perih dan panas, mual, hingga tubuh terasa sangat lemas.


Setibanya di rumah pada Rabu sore, tim medis meminta Tomas untuk beristirahat total. Dokter juga memberikan instruksi khusus agar Tomas menghindari konsumsi makanan berasa pedas maupun asam selama masa pemulihan.


Seiring proses pemulihan para siswa, pihak manajemen SMPN 2 Cisarua memutuskan untuk meliburkan sementara seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah.


Kebijakan peliburan ini diberlakukan secara menyeluruh bagi seluruh peserta didik, baik yang menjadi korban maupun siswa lainnya.


Humas Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo, Iwan Ridwanullah, mencatat jumlah keseluruhan korban yang masuk dan mendapat penanganan medis mencapai 114 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 113 siswa diizinkan pulang karena kondisinya telah stabil.


Saat ini, tersisa satu siswa yang masih harus menjalani perawatan dan penanganan medis lebih lanjut di ruang perawatan.


Meskipun demikian, tim medis mengonfirmasi bahwa secara umum kondisi fisik pasien terakhir tersebut dalam keadaan stabil dan menunjukkan perkembangan positif.


Suasana di kawasan Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo Cisarua pada Kamis siang tampak jauh lebih tenang dibandingkan hari sebelumnya.


Aktivitas di area rumah sakit kembali normal dan tidak lagi dipadati oleh kerumunan orang tua murid, pejabat pemerintah, maupun aparat keamanan yang sebelumnya memantau penanganan darurat para korban. (**)