Bukan Hanya Atlet, Dedikasi Pelatih Fathur Rahman Juga Jadi Kebanggaan Lumajang di Asian Games 2026 -->

Menu Atas

✕

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

Breaking news

News Line
Loading...

Bukan Hanya Atlet, Dedikasi Pelatih Fathur Rahman Juga Jadi Kebanggaan Lumajang di Asian Games 2026

Nurhadi
Saturday, 10 October 2026

Dok. Nr (10/10/1026) Fathur Rahman menjadi salah satu dari empat insan olahraga yang disambut dalam kegiatan penyambutan atlet Lumajang.

Lumajang - Di balik perjuangan atlet di arena pertandingan, ada peran pelatih yang turut membangun kedisiplinan, mental, dan kesiapan menghadapi persaingan. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap Fathur Rahman, pelatih gulat yang turut menjadi bagian dari insan olahraga Indonesia dalam ajang Asian Games Aichi-Nagoya, Jepang.

Fathur Rahman menjadi salah satu dari empat insan olahraga yang disambut dalam kegiatan penyambutan atlet Lumajang dari Museum Daerah menuju Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (9/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lumajang Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, serta Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma atau Mas Yudha.

Selain Fathur, penyambutan tersebut juga diikuti Saiful Rijal dari cabang sepak takraw serta Feri Yudoyono dan Zaenal Fanani dari cabang balap sepeda.

Bunda Indah menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet dan pelatih yang telah menjalankan perannya dalam kompetisi internasional. Menurutnya, perjuangan di bidang olahraga membutuhkan komitmen dan kedisiplinan yang patut menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“Terima kasih kepada para atlet dan pelatih yang telah berjuang membawa nama Indonesia. Semoga pengalaman di ajang internasional ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan menginspirasi generasi muda Lumajang agar berani meraih prestasi,” ujar Bunda Indah.

Sementara itu, Mas Yudha menilai peran pelatih menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet. Proses pembinaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan sportivitas.

“Kami mengapresiasi peran para pelatih yang mendampingi atlet dalam proses pembinaan. Semoga semangat dan pengalaman yang diperoleh di tingkat internasional dapat menjadi inspirasi bagi perkembangan olahraga dan lahirnya atlet-atlet muda berprestasi dari Lumajang,” kata Mas Yudha.

Keberadaan pelatih dalam ekosistem olahraga menjadi pengingat bahwa pencapaian atlet tidak berdiri sendiri. Latihan terarah, evaluasi berkelanjutan, dan pendampingan yang konsisten merupakan bagian dari proses panjang dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi.

Bagi generasi muda, perjalanan atlet dan pelatih dapat menjadi contoh bahwa prestasi membutuhkan kerja keras, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar. Nilai-nilai tersebut tidak hanya relevan dalam olahraga, tetapi juga dapat diterapkan dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.

Penyambutan di Pendopo Arya Wiraraja menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada insan olahraga yang telah berkontribusi dalam kompetisi internasional. Apresiasi tersebut diharapkan turut menumbuhkan semangat masyarakat untuk mendukung pembinaan olahraga dan memberikan ruang bagi generasi muda mengembangkan potensinya. (Nr)