
Dok. ist (21/10/2026) Jokowi: Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali.
Jakarta - Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menanggapi pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut polemik ijazah dirinya dan putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebagai operasi politik. Komarudin menilai polemik tersebut tak ada kaitannya dengan operasi politik, dilansir dari Detikcom (21/10/2026).
"Saya kira tidak ada urusan, tidak ada urusan operasi politik," ujar Komarudin Watubun kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, polemik ijazah Jokowi bisa diselesaikan dengan pembuktian di pengadilan. Dia menilai persoalan tersebut tak perlu berlarut-larut jika keaslian ijazah dapat dibuktikan.
"Barang ini sederhana, kalau dari awal Pak Jokowi kasih lihat ijazah, sudah... tidak ada orang ribut-ribut. Teman-teman di sebelah itu mempersoalkan itu dalam perspektif negara hukum, ya buktikan saja di pengadilan 'Ini ijazah asli, kok', nggak mesti sandiwara terlalu panjang," tutupnya.
Sebelumnya, Jokowi menyebut polemik ijazah dirinya dan ijazah Gibran Rakabuming sebagai operasi politik. Jokowi mengatakan ada penunggang gelap di balik polemik ijazah dirinya dan Gibran.
"Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali," kata Jokowi.
"Tapi ya buat saya biasa aja," imbuhnya. (**)
