
Dok. ist (28/10/2026) Ratusan siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.
Bogor - Ratusan siswa di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami gejala yang diduga keracunan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah daerah, sementara penyebab pasti kejadian masih diselidiki, dilansir dari Tribunnews.
Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi, yang akrab disapa Jaro Ade, mengunjungi para siswa yang dirawat di Puskesmas Cangkurawok, Selasa (27/10).
Dalam kunjungan tersebut, Rudy menemui sejumlah siswa untuk menanyakan kondisi mereka sekaligus memastikan layanan kesehatan berjalan optimal.
"Tugas kami adalah memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, terutama siswa-siswi yang terindikasi keracunan makanan, minuman mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dari pemerintah" katanya, Selasa (27/10).
Rudy menegaskan seluruh biaya pengobatan siswa yang terdampak akan ditanggung oleh Pemkab Bogor.
"Tentunya seluruh pembiayaan pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, baik di rumah sakit pemerintah, Puskesmas, maupun di rumah sakit swasta yang merupakan rumah sakit rujukan dari Puskesmas Cangkurawok," katanya.
Selain memastikan penanganan medis, Pemkab Bogor tengah menyelidiki penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa.
Menurut Rudy, sampel makanan akan diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Lapkesda).
Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kejadian.
481 Siswa Alami Gejala, 33 Dirujuk ke Rumah Sakit
Sebelumnya, ratusan siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.
Tercatat 481 siswa membutuhkan penanganan medis setelah mengalami pusing, muntah, dan diare.
Dari jumlah tersebut, 33 siswa dirujuk ke RS Karya Bakti Pratiwi dan RS Medika Dramaga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Gejala mulai dirasakan para siswa sejak Senin malam hingga Selasa pagi, setelah mereka menyantap MBG pada Senin (26/10/2026).
Hingga kini, sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatan mereka dinyatakan membaik.
Pemkab Bogor menyatakan akan terus memantau kondisi para siswa, sembari menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab insiden tersebut. (**)
