Lumajang – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lumajang bergerak cepat merespons laporan masyarakat dan fungsi kontrol media terkait dugaan pelanggaran teknis pada proyek pembangunan drainase di kawasan Ranuyoso, Lumajang. Langkah evaluasi ini diambil demi menjamin mutu infrastruktur daerah tetap sesuai dengan standar regulasi Kementerian PUPR.
Pihak DPUTR Lumajang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengawasan yang dilakukan oleh awak media dan masyarakat. Sebagai tindak lanjut konkret, Dinas PUTR langsung memanggil pihak pelaksana proyek, CV Semeru Indah, untuk dimintai klarifikasi dan diwajibkan membenahi metode kerja di lapangan.
Pihak dinas menegaskan bahwa fungsi pengawasan eksternal sangat krusial dalam menjaga kualitas pembangunan. Dinas memiliki kewenangan penuh untuk mengevaluasi fisik bangunan serta menuntut perbaikan ulang jika ditemukan metode kerja yang tidak memenuhi spesifikasi kontrak dan standar mutu yang berlaku.
Perbaikan Teknis dan Penerapan K3 di Lapangan.
Menindaklanjuti teguran keras tersebut, pihak pelaksana dari CV Semeru Indah menyatakan komitmen penuhnya untuk melakukan perbaikan total di area proyek yang disorot. Seluruh metode pengerjaan fisik segera disesuaikan agar selaras dengan petunjuk teknis (juknis) baku dinas.
Selain membenahi struktur fisik bangunan, CV Semeru Indah juga langsung melaksanakan instruksi dinas untuk menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat. Berdasarkan pengamatan media di lokasi proyek, pihak kontraktor kini telah membekali para pekerja dengan Alat Pelindung Diri (APD) penunjang serta memasang rambu-rambu pengaman di sekitar area galian untuk menjamin keselamatan kerja dan keamanan publik.
Berdasarkan pemeriksaan lapangan terbaru pada Rabu, 4 November 2026, pihak pelaksana mengonfirmasi bahwa tim teknis dari Dinas PUTR Lumajang telah melakukan inspeksi menyeluruh terhadap hasil perbaikan drainase tersebut.
"Kami berterima kasih atas peringatan, teguran, serta bimbingan teknis yang diberikan oleh dinas terkait selama proses evaluasi pengerjaan ini. Berkat arahan tersebut, kekeliruan cara kerja sebelumnya telah kami benahi sepenuhnya, dan hasil akhir konstruksi kini dilaporkan sudah bagus serta memenuhi standar aturan baku yang berlaku," ujar perwakilan pelaksana proyek saat menemui media, Rabu (4/11).
Dengan adanya pengawasan ketat, penerapan K3 yang disiplin, dan pembinaan langsung ini, proyek infrastruktur penahan limpahan air senilai Rp148 juta tersebut dipastikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi sistem sanitasi dan ketahanan jalan di wilayah Ranuyoso secara optimal. (Nr)
