Breaking News

Aktivis HAM Lamtim Gugat Kasus Penembakan 5 Pelajar Jabung

Aktivis HAM Lamtim Gugat Kasus Penembakan 5 Pelajar Jabung

 Lampung, (MI) - Kelompok Ormas dan LSM kemanusiaan yang tergabung dalam  Aktivis HAM Lampung Timur Menggugat, mendesak kasus penembakan 5 pelajar asal Jabung Lampung Timur segera dituntaskan. Hal itu dikatakan oleh Lekok Abadi selaku pedamping orang tua korban penembakan 5 pelajar asal jabung yang ditembak mati oleh Team Rangger tekab 308 Poltabes Bandar Lampung  setahun silam di jembatan serengsem panjang bandar lampung, (21/07/2018)

Lekok menyatakan kasus yang menewaskan 5 pelajar karena diduga sebagai pelaku begal itu mengalami kebuntuan yang sampai saat ini belum menemukan titik terang tentang arah dan tujuannya.

" seakan hukum ini mati dan tajam ke bawah sedang tumpul ke atas, padahal kasus ini sudah di laporkan ke berbagai pihak atas pelanggaran Ham berat." ujarnya di Jabung Lampung Timur, Sabtu 21/07/2018.

 "Kita sudah melapor ke Bid Propam Mabes Polri, ke Komnas Ham Jakarta dan lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) jakarta serta ke Komisi perlindungan anak (KPAI) laporan kami serahkan langsung ke pak merdeka sirait , Kami juga sudah memberitahukan kasus ini ke Bupati Lamtim dan DPRD Lampung untuk meminta dukungan penyelesaiannya" kata dia lagi.

Namun menurut dia kasus tersebut masih gelap dan belum mendapatkan titik terang, Aktivis Ham Lamtim bahkan telah melakukan  aksi demontrsi ke Mapolda Lampung dan gedung istana Presiden Jakarta berserta Jaringan Aktivis lainnya dari LBH bandar lampung dan LSM Lada.

" semua kami lakukan agar suara keluarga korban dan warga Jabung bisa terdengar menembus tembok yang kokoh bak perisai yang tangguh, Kami ingin kasus ini di tuntas kan dan para oknum pelaku penembakan bisa di adili, sehingga ke depan tidak ada lagi penembakan seperti ini" kata lekok lagi.

Peristiwa penembakan 5 pelajar asal Jabung Lampung Timur terjadi pada 01 April 2017 yang lalu, kelima bocah yang diduga hendak melakukan pembegalan saat berada di bawah jembatan Srengsem panjang tewas ditembak oleh anggota tim Ranger Poltabes Bandar Lampung. Namun kasus tersebut mencuat ke publik saat  anggota tim Ranger melakukan foto selvy bersama kelima jenazah pelajar yang berjejer di depannya seperti hewan buruan.

Baca juga : Konservasi Kolong Mepayak Miliki Tiga Pungsi

Para Aktivis juga  memprotes para oknum polisi yang sampai saat ini masih gencar melakukan penangkapan terduga pelaku kriminal yang di nilai kurang propesional  lantaran beberapa terduga pelaku kriminalitas di tangkap dengan cara cara yang kurang profesional, Bahkan sering pelaku yang diduga melakukan tindak pidana di bawa dalam keadaan hidup namun kembali setelah menjadi mayat. (EA)
Post a Comment