BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR
Pemkot Bekasi: Antisipasi penyebaran virus COVID-19, periksa pedagang dan hewan datang

Pemkot Bekasi: Antisipasi penyebaran virus COVID-19, periksa pedagang dan hewan datang


Pemeriksaan kesehatan ini kita mulai dari proses mereka, yaitu pedagang dan hewan kurban yang datang, (1/07).

Kota Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, menyiagakan petugas kesehatan untuk menyisir lapak pedagang hewan kurban pada Idul Adha 1441 Hijriah untuk mengantisipasi penularan virus corona atau Covid-19.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahjono menyebutkan, petugas kesehatan itu nantinya dibantu petugas RT/RW yang melakukan pemantauan terhadap para pedagang hewan kurban di Kota Bekasi.

"Setelah mendapat laporan dari RW-RW siaga kita langsung terjunkan petugas kesehatan yang kita miliki. Jadi pemeriksaan kesehatan ini kita mulai dari proses mereka, yaitu pedagang dan hewan kurban yang datang," kata Tri kepada wartawan, Senin (29/6/2020).

Pihaknya bahkan akan mengawasi secara ketat para pedagang yang berasal dari wilayah zona merah penyebaran Covid-19 selama berada di Kota Bekasi.

"Kalau untuk hewannya tentu yang kita khawatirkan adalah penyakit antraks. Kemudian yang datang, baik pedagang maupun pengantar hewannya, jika dia datang dari zona merah Covid-19, maka kita awasi ekstra ketat," beber Tri.

Jika saat pengecekan terdapat pedagang yang terindikasi virus corona berdasarkan gejala kesehatan, kata dia, tim medis segera melakukan tes cepat dan penanganan lebih lanjut.

Sementara, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi memastikan tidak akan menindak para pedagang hewan kurban di Bekasi, bila menerapkan protokol kesehatan.

Bila pun ada yang tidak menerapkan protokol kesehatan, kata Kasatpol PP Kota Bekasi Abi, pihaknya hanya akan memberikan teguran.

"Ini harus kita ingatkan terus menggunakan masker, karena saya siapkan ada 1.500 masker. Kami siapkan pedagang pembeli yang tidak pakai masker saya kasih masker. Kita lakukan tindakan humanis aja," kata Abi ketika dihubungi.

Sejauh ini, Abi melanjutkan, pihaknya belum menemukan pedagang hewan kurban yang melanggar protokol kesehatan. Terlebih, saat ini di Kota Bekasi para pedagang benar-benar menerapkan protokol kesehatan seperti imbauan pemerintah.

"Saya kira tidak ada ya, antar pedagang yang satu dengan yang lain agak berjauhan. Kecuali kalau space jualannya kecil mereka bergabung, tapi mereka lakukan pembatasan-pembatasan," ucapnya.

Untuk itu, dia mengimbau agar para pedagang hewan kurban di Kota Bekasi menerapkan protokol kesehatan, seperti menyediakan masker bagi pembeli, hand sanitizer dan tetap jaga jarak.

"Ya tetap harua pakai masker, protokol kesehatan harus tetap dijaga. Disamping ada cuci tangan, hand sanitizer, masker, jaga jarak. Itu harus tetap ada," ujar dia.
 

TERHANGAT