Projo Bantah Klaim JK Jokowi Jadi Presiden, Jokowi Jadi Presiden Kehendak Rakyat -->

Menu Atas

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

 ==================================== 

Adsense

Breaking news

Live News
Loading...

Projo Bantah Klaim JK Jokowi Jadi Presiden, Jokowi Jadi Presiden Kehendak Rakyat

Sunday, 19 April 2026

Dok. ist (19/4/2026) Projo: Kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia.


Jakarta - Relawan Pro Jokowi (Projo) membantah pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) yang menyebut Joko Widodo (Jokowi) bisa menjadi Presiden karena dirinya. Projo menegaskan Jokowi bisa menjadi Presiden karena kehendak rakyat.


"Kami menghormati Bapak Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi nyata dalam perjalanan demokrasi Indonesia, termasuk dalam Pilpres 2014. Namun demikian, kami menegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia," kata Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik dalam keterangannya, Minggu (19/4), dikutip dari Detikcom.


Freddy mengatakan demokrasi tidak dibangun atas peran satu individu, tapi kerja kolektif elemen bangsa. Menurutnya, Jokowi juga terpilih karena kepemimpinannya yang lahir dari bawah.


"Keberhasilan Joko Widodo tidak dapat dilepaskan dari rekam jejak kepemimpinan beliau yang lahir dari bawah, kerja nyata, serta kedekatan dengan rakyat. Faktor inilah yang menjadi fondasi utama kepercayaan publik," ucap dia.


Kemudian, Freddy juga menyinggung peran PDIP sebagai partai pengusung Jokowi. Menurutnya, peran partai berlambang banteng itu tidak bisa dilepaskan dari kemenangan Jokowi di 2014.


"Projo sebagai organisasi relawan yang sejak awal berdiri untuk mengawal kepemimpinan rakyat, melihat bahwa dukungan relawan, partai politik seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, serta partisipasi aktif masyarakat luas merupakan pilar penting dalam kemenangan tersebut," ujar dia.


Atas dasar itu lah, Freddy mengajak semua pihak untuk jaga narasi kebangsaan yang sehat. Apa lagi, kata dia, mengklaim secara personal proses demokrasi.


"Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk menjaga narasi kebangsaan yang sehat, tidak menyederhanakan proses demokrasi menjadi klaim personal, serta tetap menjunjung tinggi semangat persatuan. Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat, dan setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenangan bersama, bukan milik individu," ujar dia. (**)