Salah yakin,.. Tuberkulosis atau TBC tidak bisa disembuhkan?

Breaking news

Live
Loading...

Salah yakin,.. Tuberkulosis atau TBC tidak bisa disembuhkan?

Monday 29 August 2022

dok. istimewa/ Semua mitos tersebut tidak terbukti kebenarannya, (29/8).


Jakarta - Hingga kini, masih banyak masyarakat yang percaya bahwa tuberkulosis atau TBC tidak bisa disembuhkan. Bahkan, beberapa orang percaya bahwa penyakit yang disebabkan infeksi Mycobacterium tuberculosis ini merupakan kutukan atau hasil guna-guna.


Padahal, semua mitos tersebut tidak terbukti kebenarannya. Sekalipun dapat menimbulkan kematian dan berakibat fatal, TBC bisa disembuhkan secara total. Syaratnya, pasien harus menjalani pengobatan dengan benar dan disiplin.


Berikut adalah enam langkah penting yang dapat dilakukan orang dengan TBC agar bisa sembuh secara total.


Konsumsi makanan sehat

Orang dengan TBC umumnya mengalami penurunan nafsu makan, malabsorbsi nutrisi, dan perubahan metabolisme. Oleh karena itu, mereka wajib memperhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh.


Pastikan juga asupan yang dikonsumsi kaya akan nutrisi, mulai dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, hingga mineral.


Sirkulasi udara harus baik

Untuk diketahui, rumah dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang buruk berisiko lebih besar terhadap pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis.


Berdasarkan artikel jurnal berjudul “Hubungan Tingkat Pencahayaan, Kelembapan Udara, dan Ventilasi udara dengan Faktor Risiko Kejadian TB Paru BTA Positif di Desa Jatikalang, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo”, 2019, rumah dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang buruk mempunyai risiko 7,800 kali lebih besar untuk terpapar TBC ketimbang rumah yang memiliki sistem sirkulasi udara baik.


Adapun salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperlancar sirkulasi udara dalam rumah adalah dengan rutin membuka jendela saat pagi hari.


Olahraga ringan secara teratur

Umumnya, orang dengan TBC tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas berat lantaran fungsi paru-paru menurun. Meski begitu, bukan berarti mereka tidak butuh olahraga.


Menurut hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Mind and Medical Science 2019, olahraga rutin dapat membantu mengembalikan fungsi paru-paru yang semula terganggu akibat TBC secara bertahap.


Selain itu, olahraga juga dapat membantu orang dengan TBC untuk terhindari dari berbagai penyakit lainnya.


Adapun olahraga yang disarankan untuk orang dengan TCB adalah jalan santai ataupun yoga.


Rutin kontrol ke dokter

Biasanya, dokter akan menjadwalkan kontrol tiap bulan selama enam bulan pengobatan TBC. Agar bisa sembuh total, pasien harus rutin melakukan instruksi tersebut.


Dokter akan mengecek progres pengobatan yang telah dilakukan oleh orang dengan TBC dan menentukan langkah-langkah medikasi yang tepat sesuai kondisi TBC yang dialami.


Jangan khawatir, sekalipun harus rutin ke faskes, orang dengan TBC bisa mendapatkan pengobatan secara gratis dari pemerintah.


Disiplin lakukan pengobatan sampai selesai

Pengobatan TBC membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni minimal enam bulan.


Pasalnya, orang dengan TBC wajib mengonsumsi antibiotik sesuai dosis dan waktu yang telah ditentukan oleh dokter. Jika tidak, hal tersebut malah dapat memperparah TBC yang dialami.


Selain itu, pengobatan yang tak teratur juga dapat menyebabkan Mycobacterium tuberculosis resistan terhadap antibiotik. Alhasil, bakteri tidak bisa dibunuh atau kebal.


Jika kondisi itu terjadi, dokter akan mengubah tindakan pengobatan, yakni dari obat yang diminum ke obat yang disuntik. Durasi pengobatan juga menjadi lebih lama.


Tentukan pendamping

Orang dengan TBC dianjurkan memiliki pendamping menelan obat (PMO). PMO sebaiknya berasal dari orang terdekat yang sudah diedukasi oleh dokter, seperti orangtua, saudara, dan anak.


Tak hanya itu, biasanya orang dengan TBC juga dapat dipantau oleh kader TBC secara online.


Dengan adanya PMO, pengobatan akan berjalan lebih maksimal. Selain itu, PMO juga berperan dalam mengawasi kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat sesuai jadwal.


Sebagai contoh, saat bersama orang dengan TBC, pendamping harus mengetahui empat hal berikut, sebagaimana dilansir dari situs emc.id.


Pertama, disiplin menggunakan masker. Kedua, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Ketiga, menerapkan etika batuk saat batuk atau bersin. Keempat, tidak membuang dahak sembarangan.


Itulah enam langkah penting yang dapat dilakukan orang dengan TBC agar bisa sembuh secara total.


Untuk membantu menanggulangi TBC, masyarakat bisa memanfaatkan fitur digital yang disediakan oleh Stop TB Partnership Indonesia (STPI).


Adapun STPI tengah mengadakan kampanye komunikasi digital bertajuk “#141CekTBC – 14 Hari Batuk Tak Reda? 1 Solusi, Cek Dokter Segera!”.


Kampanye tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kepekaan masyarakat Indonesia terhadap gejala TBC, seperti batuk terus-menerus selama 14 hari.


Masyarakat yang mempunyai gejala tersebut pun dapat melakukan pengecekan secara online melalui situs web 141.stoptbindonesia.org atau tbindonesia.or.id.


Sebagai informasi laman tersebut merupakan bagian dari kampanye komunikasi digital #141CekTBC yang diinisiasi STPI.


Tak hanya menyajikan informasi seputar TBC, laman tersebut juga menyediakan fitur seperti Pengingat 141CekTBC. Lewat fitur tersebut, Anda akan dibantu untuk mengetahui jangka waktu dari gejala batuk yang dialami.


Jika gejala batuk yang dialami mencapai 14 hari atau lebih, Anda akan langsung mendapatkan peringatan untuk melakukan pengecekan langsung ke dokter.


Selain itu, ada juga fitur Chatbot 141CekTBC. Lewat fitur ini, Anda bisa melakukan skrining TBC secara mandiri dan mengetahui informasi lengkap soal gejala TBC sampai pengobatannya.


Fitur tersebut juga bisa menghubungkan Anda dengan dokter secara langsung melalui Halodoc dan komunitas peduli TBC terdekat.


Dengan fitur Chatbot 141CekTBC pula, Anda bisa mengetahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat yang bisa didatangi untuk mendapat pemeriksaan.


Untuk fitur Chatbot 141CekTBC, Anda bisa mengaksesnya dengan menghubungi nomor Whatsapp +628119961141 atau mengunjungi situs web 141.stoptbindonesia.org dan stoptbindonesia.org.


Semua fitur tersebut diharapkan bisa membantu seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan gejala TBC.


Jika dicegah sejak dini, masyarakat Indonesia bisa mengurangi risiko bahaya dari TBC. Dengan demikian, taraf kehidupan masyarakat Indonesia juga diharapkan menjadi lebih baik. (dw/*)