Dunia politik dianggap kotor? Hasto ulas perjalanan politik Bung Karno -->

Breaking news

Live
Loading...

Dunia politik dianggap kotor? Hasto ulas perjalanan politik Bung Karno

dok. istimewa (28/1) Sikap Bung Karno yang tidak pernah padam meskipun pernah hilang dipenjara. Hasto mengatakan justru Bung Karno tetap semangat demi keyakinan politiknya.


Jakarta - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menepis stigma negatif terkait dunia politik yang dianggap 'kotor'. Anggapan itu dilontarkan oleh salah satu anak muda di Bandung bernama Rifki.


Hal itu terungkap dalam diskusi Ngobrol Sareng (Ngobras) di Kantor DPC Kota Bandung pada Jumat (27/1/2023). Acara ini dihadiri oleh ratusan anak muda Kota Bandung.


Mulanya, ada seorang anak muda bernama Rifki yang mengaku ingin terjun ke dunia politik. Namun hal itu tertahankan karena dirinya malu dengan dunia politik yang kerap dianggap 'kotor'.

Hasto merespons hal itu dengan mengulas kembali perjalanan politik Bung Karno. Hasto menyebut sikap Bung Karno yang tidak pernah padam meskipun pernah hilang dipenjara. Hasto mengatakan justru Bung Karno tetap semangat demi keyakinan politiknya.


"Saya melihat perjuangan Bung Karno di penjara dan setiap keluar dari penjara, Bung Karno mengatakan bahwa semangat saya tidak akan pernah hilang dengan masuk penjara, justru saya semakin berkobar-kobar karena saya di penjara demi keyakinan politik," ungkap Hasto saat acara, di Kantor DPC Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/1/2023).


"Itu yang membuat (percaya), bahwa kalau kita punya imajinasi, punya ide, akan melahirkan suatu spirit untuk mencapai cita-cita," imbuhnya.


Hasto lantas menceritakan perjalanannya di dunia politik. Hasto menyebut, mulanya, dia memiliki kekhawatiran yang sama akan 'kekotoran' di dunia politik. Namun, ia tetap memutuskan pensiun dini dari pekerjaannya dan terjun sebagai anggota PDIP.


"Saya masuk partai jadi apa? Tukang ketik. Dari tukang ketik ini, saya bisa melihat pernyataan dan keputusan Ibu Megawati, bahwa politik itu perjuangan yang tidak pernah mengenal kata akhir untuk mencapai cita-cita berbangsa dan bernegara," tuturnya.


Hasto mengatakan pihaknya mengakali 'sisi gelap' politik dengan sebuah sistem. Misalnya, pemilihan pimpinan DPC dan DPD PDIP tak lagi dilakukan dengan sistem voting, tetapi dengan musyawarah mufakat.


"Jadi akhirnya tergantung kita, kalau sejak awal masuk partai dan politik itu niatnya korupsi, ya jadinya jelek.Kalau kita masuk partai tujuan awalnya bangun peradaban, membangun sistem, membangun kantor-kantor partai seperti ini dan atas nama partai, tidak boleh diperjualbelikan, untuk pendidikan politik, untuk kaderisasi, maka yang lahir adalah kebaikan," kata Hasto.


"Dan kebaikan dibangun dengan sistem, dibangun dengan tata nilai, dibangun dengan pendidikan, dibangun dengan disiplin. Itu yang kami lakukan sehingga mereka yang berstatus tersangka, korupsi, menerima sanksi yang tegas dari partai," sambungnya. (dw/*)