Pengirim Pasir Coklat Bercampur Tanah Diproyek Pelebaran jalan menuju standar ruas 061 Turen - BTS, Kabupaten Lumajang Dibiarkan Ada Apa? -->

Breaking news

Live
Loading...

Pengirim Pasir Coklat Bercampur Tanah Diproyek Pelebaran jalan menuju standar ruas 061 Turen - BTS, Kabupaten Lumajang Dibiarkan Ada Apa?

Dok. Istimewa  (14/11 ) Sudah jelas aturannya yaitu mengambil material Galian C yang tidak memiliki izin resmi tentu tidak sesuai lagi dengan proses penawaran sewaktu proses lelang.


Malang - Pengunaan material Pasir Coklat Bercampur Tanah di proyek pelebaran jalan menuju standar ruas 061 Turen -BTS, kabupaten Lumajang yang dikerjakan oleh PT. Moderna Diduga ada main mata GM. PT moderna dan pelangsir. 

     

Menurut narasumber yang tidak mau disebutkan namanya, menyampaikan bahwa yang mengirim Pasir Coklat Bercampur Tanah itu salah satu oknum pegawai pu yang berinisial (sr).

       


Sementara menurut Ahli kontruksi ketika diminta pendapat menyampaikan bahwa sudah jelas aturannya yaitu mengambil material Galian C yang tidak memiliki izin resmi tentu tidak sesuai lagi dengan proses penawaran sewaktu proses lelang yang menggunakan material berasal dari sumber material Galian C yang sudah memiliki izin resmi.


Sementara itu di dalam perundang-undangan juga tidak diperbolehkan mengambil material dari Sumber Galian C ILEGAL sesuai UU Minerba nomor 3 tahun 2020, tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).


Selanjutnya, Pada pasal 158 pada UU Nomor 3 Tahun 2020 disebutkan, Bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin resmi bisa dipidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp.100 miliar, namun kenapa kok dibiarkan seakan tidak ada masalah GM PT moderna selaku pelaksana.

        

Masih menurut Ahli kontruksi kalau material kwalitas nya kurang bagus tentu mempengaruhi kwalitas hasil pembangunan, apalagi ini sumber dananya berasal dari APBN, tentunya harus lebih baik dari proyek daerah jelasnya.

      

Guna memperoleh berita yang berimbang awak media ini konfirmasi via WhatsAppnya kepada Agus GM PT moderna pada tanggal 13/11/23. Cuma dijawab, infonya tanpa ada komentar dan tindakan yang tegas ada apa? Bersambung (sol)